Salah satu paket Umrah AMANI TOUR adalah mengujungi Istanbul dan salah satu masjid yang harus dikunjungi adalah masjid Hagia Sopia selain Blue Mosque. Masjidini adalah harta warisan penting dunia yang telah berusia ribuan tahun dan memiliki sejarah masa lalu panjang khususnya bagi umat Kristen dan Islam. Yang membuat lebih menarik selain usia dan sejarahnya adalah keindahan arsitekturnya yang mengagumkan karena dibuat berabad-abad lampau.

Ketika Konstantinopel akhirnya takluk, Sultan Muhammad II yang kemudian dijuluki Al-Fatih atau Sang Penakluk masuk ke dalam gereja Aya Sofia dan memerintahkan agar bangunan itu segera diubah menjadi masjid sehingga dapat digunakan untuk shalat Jumat. Lonceng, altar, ikonostatis, dan alat-alat pengorbanan Kristiani dibuang dan banyak mozaik (lukisan dinding) berciri Kristen ditutup.

Yang patut dicatat adalah bahwa Sultan Muhammad Al-Fatih memerintahkan dengan tegas agar gereja-gereja yang lain tidak diganggu dan menjatuhkan hukuman berat kepada mereka yang tidak mematuhi perintah itu.

Menurut catatan, khatib kotbah Jumat yang pertama di Masjid Aya Sofia adalah Asy-Syeikh Ak Semsettin. Pada hari itu juga nama Konstantinopel diubah menjadi “Islam Bol” atau “Kota Islam” dan kemudian dijadikan sebagai ibu kota ketiga Kesulatanan Ottoman setelah Bursa dan Edirne. Ciri-ciri arsitektur Islam, seperti mihrab, mimbar, dan keempat menara yang terdapat di bagian luar masjid ini, ditambahkan selama masa kekuasaan para sultan Ottoman. Selama 500 tahun masa kejayaan kesultanan ini, Aya Sofia menjadi model bagi masjid-masjid Ottoman yang lain, seperti Masjid Sultan Ahmed (Masjid Biru Istanbul), Masjid Schzade, Masjid Suleymani, Masjid Ruthem Paska, dan Masjid Kilic Ali Paska.

Sultan Muhammad II menambahkan sebuah menara kayu yang kemudian diganti dengan menara dari batu-bata di sisi selatan. Beliau juga membangun gedung madrasah dan gedung untuk mengelola wakaf di sekitar kompleks Masjid Aya Sofia. Sultan Salim II memerintahkan restorasi besar-besaran yang dilakukan oleh arsitek Mimar Sinan. Pada masa inilah ditambahkan ruangan khusus untuk sultan dan menara kedua yang terbuat dari batu. Mimar Sinan juga membangun Makam Sultan Salim II di sisi tenggara masjid ini pada tahun 1577. Makam Sultan Murad III dan Muhammad III dibangun di sebelah makam tersebut pada tahun 1600-an.

Pada tahun 1739, Sultan Mahmud memerintahkan pembangunan tempat wudhu besar, tempat pengajaran Al-Quran, dapur dan perpustakaan, sehingga masjid ini menjadi pusat kompleks sosial. Sementara itu, Sultan Muradd II menambahkan dua buah menara batu, sehingga menara Aya Sofia menjadi empat – yang amsih dapat dilihat sampai sekarang.

Restorasi besar-besaran yang paling terkenal di dunia Barat adalah restorasi yang diperintahkan oleh Sultan Abdulmajid II. Beliau mengundang sepasang kakak-adik arsitek dari Swiss, Gaspare dan Giuseppe Fossatti untuk melakukan renovasi. Selain memperkuat kubah, penopang dan pilar-pilar, kedua arsitek tersebut merevisi dekorasi eksterior dan interior. Mereka juga mencatat mozaik-mozaik figural yang telah ditutup atas perintah Sultan Muhammad Al-Fatih. Catatan mereka inilah yang menjadi panduan untuk merestorasi mozaik-mozaik tersebut setelah Aya Sofia diubah menjadi museum oleh pemerintahan Kemal Attaturk.

423395
Amani Tour

Copyright © 2013. All Rights Reserved.