Semua umat muslim pastilah tahu bahwa Hajar Aswad tidak akan pernah memberi manfaat ataupun mendatangkan mudarat. Tidak ada ketentuan semua yang berhaji umrah harus menciumnya, dan jika tidak ibadahnya tidak diterima. Hajar Aswad hanyalah salah satu pondasi Ka’bah agar berdiri tegak kokoh. Lalu kenapa kita menciumnya? Kenapa semua orang berebut, sampai saling dorong untuk menciumnya ? atau hanya sekedar memeganngnya ?

Padahal Umar bin Khattab pernah berujar ke Hajar Aswad,” Aku tahu kamu ini hanyalah sebuaah batu. Kalau bukan karena aku melihat kekasihku, Muhammad Saw, mencium dan menyetuhmu, pastilah aku tidak akan mencium dan menyentuhmu.”

 

Karena Ketaatan Semata

Jadi jawabannya kenapa disunahkan mencium atau menyetuhmu sekalipun didasari oleh ittiba. Yaitu kita umat muslim hanya mengikuti apa yang pernah Rasulullah Saw lakukan. Beliau selalu mencium, menyentuh Hajar Aswad ketika tawaf, maka kitapun melakukan apa yang beliau peragakan.  Karena kita yakin meskipun tidak menciumnya tidak akan mendatangkan bahaya, nestapa ataupun keburukan. Seperti halnya kita disuruh tawaf 7 kali ketika haji atau umrah, maka kitapun melakukannya. Meskipun hati terus bertanya kenapa ada perintah seperti itu. Inilah ketaatan, inilah iman di hati yang berbicara, bukan akal semata.

 

Keutamaan Mencium Hajar Aswad

“Demi Allah, Allah akan membangkitkan pada hari kiamat. Ia (Hajar Aswad) punya dua mata yang bisa melihat. Punya lidah yang bisa berbicara, dan bersaksi bagi orang yang pantas menerimanya.” (HR. Tirmidzi & Hakim)

Ust. Ackmanz Lc

423415
Amani Tour

Copyright © 2013. All Rights Reserved.