Berniat sangat dianjurkan sebelum minum Zam-zam, seperti sebuah hadist menyebutkan,”Air Zam-zam itu tergantung niat orang yang meminumnya. (HR. Baihaqi, dishahihkan oleh Mundziri) Niat sangat penting dalam ibadah bahkan menjadi rukun dalam setiap ibadah. Tidak sah ibadah tanpa niat. Seperti ditegaskan Rasulullah Saw dalam sebuah sabdanya, “Sesungguhnya semua amal tergantung pada niatnya, dan sungguh setiap orang mendapatkan apa yang diniatkannya.”(HR. Bukhari Muslim)

 

Kaitan antar niat sebelum minum air zam-zam tentu sangat tepat sekali berdasarkan dua hadist diatas. Jadi untuk memperoleh keberkahan air zam-zam tentunya tidak terlepas dari niat kuat ketika seseorang meminumnya. Jika kosong dari niat, air zam-zam itu hanya akan serupa dengan air biasa saja.

 

Kisah Menajubkan

  • Imam Abdul Wahhab As Sya’rani seorang ulama Mesir yang hidup di sekitar abad 9 hijriah. Beliau pernah menderita sejenis penyakit bisul di perut. Saat itu, penyakitnya membesar hingga sebesar buah semangka. Akhirnya saat selesai thawaf, beliau meminum air Zamzam dengan niat agar Allah menyembuhkan penyakit itu. Setelah meminum, tiba-tiba beliau merasakan panas dalam perut, hingga bisul itu pecah, gumpalan-gimpalan hitam pun keluar. Menurut beliau, para dokter tak akan mampu melakukannya.
  • Ibnu Hajar Al-Atsqalani seorang ahli hadist terkenal sagat mengagumi Imam adz-Dzahabi, seorang pakar hadist. Dia meminum air zam-zam sambil berniat agar dirinya diberi kemampuan menghafal ribuan hadist seperti halnya Imam adz-Dzahabi, akhirnya sejarah mencatat bahwa Ibnu Hajar al-Atsqalani menjadi seorang pakar hadist yang dikenal hingga saat ini.

Masih banyak ribuan cerita tentang keistimewaan air zam-zam dan keberkahannya, dan tentunya semua itu akan berhasil jika disertai dengan niat kuat dan penuh pengharapan kepada Allah Swt melalui keberkahan air zam-zam.

449557
Amani Tour

Copyright © 2013. All Rights Reserved.