Sebab apa disunahkan Raml (berlari kecil) ketika tawaf? Sedang dalam tawaf lainnya (tawaf ifadah, tawaf sunnat) tidak disunahkan? Sejarahnya bermula ketika Rasulullah Saw memulai tawaf dalam haji wada. Beliau Saw mendengar celotehan kaum musyrikin yang berkata bahwa Muhammad dan kaumnya terkena flu dari Madinah.  Tentulah mereka tidak mampu untuk melakukan tawaf dan seluruh ritual haji. Rasulullah geram. Kemudian, beliau Saw berinisiatif menunjukkan kekuatan fisik kaum Mukminin kepada kamu musyrikin itu.

Lalu, Rasulullah Saw memerintahkan para sahabatnya untuk melakukan ramal pada tiga putaran pertama tawaf.

Tidak hanya itu, bahkan Rasulullah Saw menyuruh seluruh sahabat yang saat itu berjumlah ribuan untuk menyentuh rukun Yamani dan Hajar Aswad, di seluruh putaran tawaf, meskipun hal itu tak mudah untuk dilakukan (HR Bukhari).

Umar bin Khattab ra berkata, “Kami dulu melakukan raml bersama Rasulullah Saw hanya demi menunjukkan kepada kaum musyrikin bahwa kami adalah kaum yang kuat. Kami tidak akan meninggalkan ramal dalam tawaf untuk selamanya.”

 

Hikmah di Balik Raml

Meskipun orang musyrik sudah tidak ada di kota Mekkah, tidak berarti raml itu menjadi hilang kesunahannya. Hikmah yang bisa di dapat dalam masalah ini untuk kekuatan fisik seorang Muslim. Rasulullah Saw pernah bersabda, Seorang Mukmin yang kuat adalah baik dan lebih disukai oleh Allah Swt daripada Mukmin yang lemah.”

Karena itu, Islam harus kuat, dan hal ini harus diwujudkan oleh individu-individu yang kuat. Ini dimaksudkan agar para musuh Allah gentar terhadap kekuatan fisik kaum beriman.

423320
Amani Tour

Copyright © 2013. All Rights Reserved.