Rasulullah Saw adalah Nabi kita semua, beliau Nabi terakhir yang wajib menjadi figur utama kita. Baik figur bagi seorang Muslim dewasa, remaja, anak-anak, wanita dan siapa saja yang mengaku dirinya Muslim dan yakin bahwa Rasulullah Saw adalah Nabi terakhir dan utusan Allah Swt.Penyataan ini tidak saja keluar dari dari sanubari dan akal kita, namun Al-Qur’an pun menegaskan hal ini, bahkan penegasan Al-Qur’an ini adalah manifestasi penghormatan Allah Swt kepada Rasulullah Saw

 

 

Sebagaimana dicantumkan dalam sebuah ayat: “Sungguh dalam pribadi Rasulullah itu ada uswah (panutan) yang baik, untuk orang yang mengharap (ridho nay) Allah dan (kenikmatan) hari akhir.” (QS. Al-Ahzab: 21)

Di ayat ini mencontoh perilaku Nabi yang dinyatakan sebagai Uswah Hasanah ( panutan yang baik) bukan hanya sekedar suka atau tidak.Jadi artinya bukan begini, “Kalau suka Anda bisa nyontoh akhlak Rasulullah, kalau tidak yah nga apa-apa.”

Salah besar jika diartikan seperti ini, arti yang benar adalah, bahwa setiap ibadah harus mengikuti atau mencontoh apapun yang Nabi pernah lakukan. Apalagi jika ibadah itu adalah ibadah Mahdoh (ibadah langsung kepada Allah). Contohnya ibadah yang termasuk rukun Islam, seperti Sholat, Shiyam Romadhon, Zakat dan Haji Umroh.

Kesimpulanya ada usaha untuk terus belajar dan menuntut Ilmu syariat dan bukan hanya sekedar tahu kata orang. Karena apa? karena Syariat Islam itu adalah makanan kita seharian, praktek ibadah yang kita lakukan hingga mati. Tentunya rugi sekali jika ternyata ibadah yang kita lakukan salah, atau hanya bilang...Ahh ngak tahu kok..kan Allah Maha Melihat?? kan hanya Allah yang tahu??

Kan pasti ditanya nantinya.." Kalau ngak tahu kenapa ngak nyari tahu?? bukankah sudah diturunkan Al-Qur'an dan Sunnah?? bukankah itu untuk diketahui? terus jika umur Anda sampai 50 tahunan...Kemana saja dengan umur segitu ampe bilang..nggak tahu atau sibuk??

 Tapi itu terserah Anda semua mau jawab apa...yang jelas semua akan kembali pada diri kita...Anda sungguh-sungguh mencari Ilmu Allah...Niscaya Allah membalas dengan setimpal

 

Manasik Sesuai Sunnah Nabi Saw

Bagaimana bentuk Manasik yang sesuai sunnah Nabi itu?? Apa kita harus ber haji atau umroh menunggang unta dari Indonesia ke Saudi Arabia?? Tentunya tidak. Yang disebut Manasik sesuai Sunnah Nabi itu, adalah semua tata cara haji dan Umroh itu harus selaras dengan semua tata cara manasik yang pernah Nabi ajarkan.

Memang ada yang salah dengan cara manasik yang kita lakukan ? sekilas tampak sama...namun kenyataanya ada yang salah...loh saya nggak tahu kok.. Kalau jawaban nya itu terus..yah sudah berarti hidup ini tidak bermanfaat, ibadah hanya dianggap sepele...Padahal dana yang dikeluarkan sangat besar, bahkan ada yang menabung hingga tahunan...Sayang sekali bukan kalau tidak mendapat hasil maksimal dan optimal???

 

Bagaimana Manasik Sesuai Sunnah Itu...

Sudah banyak yang menulis tentang Manasik..baik berupa buku..bimbingan dan lainnya...tinggal kemauan kita untuk membaca dan mengkajinya.

 Ust. Ackman Lc

 

423246
Amani Tour

Copyright © 2013. All Rights Reserved.