Hijir Ismail adalah salah satu bagian dari Ka’bah yang terletak antara Rukun Syamin dan Rukun Iraqi. Dipagari oleh tembok rendah (al-Hatim) berbentuk setengah lingkaran. Hijir Ismail ini dahulu adalah tapak rumah keluarga Nabi Ibrahim. Di situlah Nabi Ismail tinggal bersama sang ibu, Siti Hajar, Ribuan orang berlomba untuk shalat dan berdoa disini karena salah satu tempat mustajab untuk berdoa. Hijir Ismail ini dulunya satu bangunan dengan Ka’bah, karena pernah terjadi kebakaran sebelum era kenabian, suku Quraisy merobohkan sisa dinding itu.

 

Namun karena kekurangan dana, renovasi itu tidak berhasil dan berdampak terbukanya Hijir Ismail. Sebagi gantinya dibangunlah pagar dinding, sebagai tanda bahwa tempat itu bagian dari Ka’bah. Cerita ini bersumber dari riwayat Aisyah ra,” Aku bertanya kepada Nabi Saw tentang dinding hijr Ismail) apakah ia termasuk Ka’bah?" Beliau menjawab, "Ya." Saya bertanya lagi, "Kenapa mereka tidak memasukkan ke dalam Ka’bah?" Beliau menjawab, Sesungguhnya kaum anda kekurangan dana." (HR. Bukhari Muslim)

Para fukaha mengatakan tidak sah shalat wajib di dalam hijir Ismail kecuali shalat sunnta, Begitu pula tawaf tidak dianggap sempurna jika melintas di Hijir Ismail. Karena Hijir Ismail seperti yang disebutkan diatas, bagian dari ka’bah itu sendiri. Shalat di Hijir Ismail adalah sunnah, dalam arti tidak wajib dan tidak ada kaitan dengan rangkaian kegiatan ibadah haji atau umrah.

 

Keutamaan Hijir Ismail

Ibadah yang dapat dilakukan di dalam Hijir Ismail ialah melakukan shalat sunat, berdoa dan berzikir. Keutamaan shalat di Hijir Ismail itu sama dengan shalat di dalam Ka’bah. Berdasarkan riwayat  Aisyah ra. "Aku sangat ingin memasuki Ka’bah untuk melakukan shalat di dalamnya. Rasulullah Saw membawa Siti Aisyah ke dalam Hijir Ismail sambil berkata, ”Shalatlah kamu di sini jika kamu ingin shalat di dalam Ka’bah, karena ini termasuk sebagian dari Ka’bah." (HR. Abu Daud)

448398
Amani Tour

Copyright © 2013. All Rights Reserved.