Di Raudhah, tepatnya bekas rumah Nabi Saw ada beberapa tiang  yang sampai saat ini dilestarikan. Tiang itu berwarna putih dan diberi nama sesuai dengan fungsinya saat itu. Yaitu Tiang al-Mukhallaqah: tiang yang melekat di mihrab Nabi Saw. Al-Mukhallaqah berarti ‘harum’ karena Nabi pernah melihat dahak di tiang tersebut lalu membersihkan sambil menutupinya dengan wewangian, dan beliau merasa senang dengan hal itu.

  • Tiang Aisyah: tiang yang berada di tengah Raudhah. Dulu, Nabi menjadikannya sebagai tempat shalat sesaat setelah kiblat dipindah ke Masjidil Haram.
  • Tiang at-Taubah, disebut juga dengan Tiang Abu Lubabah. la adalah pilar keempat dari sebelah timur mimbar. Dinamakan demikian karena seorang sahabat bernama Abu Lubabah al-Anshari mengikat dirinya di tiang tersebut sebagai bentuk rasa tubat mendalam kepada Allah atas dosa yang dilakukannya, akhirnya dia dilepaskan.
  • Tiang As-Sarir, yang menempel dengan jendela kamar Nabi dari arah selatan. Dinamakan tiang as-Sarir yang bermakna ‘tempat tidur’ karena ketika Nabi i’tikaf di masjid, di dekat tiang itu diletakkan alas tidur beliau.
  • Tiang al-Mahras atau al-Hars: Tiang yang terletak di belakang Tiang at-Taubah di sebelah utara. Disebut al-Mahras yang berarti ‘tempat berjaga’ karena dulu para sahabat duduk di dekat pilar tersebut untuk menjaga Nabi.
  • Tiang al-Wufud, yang berarti utusan, yaitu tiang yang menempel dengan jendela kamar Nabi Saw. Tiang itu dulunya tempat Nabi Saw menerima utusan dari beberapa daerah.
  • Tiang Murabba’ah al-Qabr: bermakna ‘segi empat di dekat makam’. Sebab, pilar ini terletak di barat laut kamar Rasulullah.
  • Tiang Tahajud: pilar yang berada dekat dengan tempat Rasulullah Saw melaksanakan shalat Tahajud.

 

448374
Amani Tour

Copyright © 2013. All Rights Reserved.