Get Adobe Flash player

 

 
 

Aku Malu (Tiada Iman Tanpa Rasa Malu)

 

“Bila Allah hendak membinasakan seorang hamba, Dia akan mencabut rasa malunya darinya. Bila rasa malu ini sudah dicabut, kau akan melihatnya dibenci dan di jauhi orang-orang. Apabila kaulihat ia dibenci dan dijauhi, dicabutlah sikap amanah darinya. Bila Amanah itu sudah dicabut, kau akan lihat dia menjadi khianat dan pengkhianat. Jika ia dianggap khianat dan pengkhianat, dicabutlah rasa kasih sayang darinya. Bila rasa kasih sayang itu sudah dicabut, kau akan lihat dia menjadi penjahat dan terlaknat. Apabila ia sudah jadi penjahat dan terlaknat, dicabutlah Islam darinya. (HR. Ibnu Majah)

 

Merinding Nggak Baca Hadist Diatas…??

Coba kita resapi hadist diatas, betapa dengan gamblang kekasih kita Rasulullah Saw memaparkan keadaan seseorang hanya dari satu sifat saja, yaitu hilangnya rasa malu..!! Hanya karena tidak malu berakibat datangnya, nestapa, khianat, jadi penjahat, hilang amanah, dijauhi orang, dibenci dan seabreg keburukan lainnya.

 

Hilang Rasa Malu, Maka Kalbu Akan Mati .!!

Kaitan antara kalbu dan rasa malu sangatlah kuat, jika kalbu ini sudah dan bahkan sering diisi oleh nutrisi Iman, ilmu syariat dan lainnya pasti rasa malunya pun akan bertambah. Namun kebalikannya jika hati ini tidak pernah diisi dengan iman yang segar, cuman dibiarkan begitu saja, solatnya pun dari dulu gitu-gitu saja, baca Qur’an nya pun dari dulu cuman begitu saja, sedekah nya pun dari dulu cuman segitu-gitu aja, Alias tidak ada perubahan yang signifikan mungkinkah akan bertambah rasa malunya?? Kalau kalbu sudah dibiarkan terbengkalai, maka dipastikan lambat laun jiwanya padam, sirna dan pastilah kalbunya tidak akan pernah menerangi akal dan raganya. Kalau sudah begini:

  • Sudah tidak malu berbuat perbuatan tercela
  • Menganggap sepele maksiat malah senang membicarkannya, bahkan di awar-awar  ke orang lain

 

Jadi Gimana Solusinya Donk…??

Hadirkan dalam hati rasa malu ini:

 

Malu Karena Sering banget Berbuat Dosa:

Jangan pernah menghitung ibadah kita, karena jika kita hitung pasti akan merasa sudah cukup. Anggap ibadah kita kecil dan tidak berarti, kalau sudah begini pasti ada keinginan untuk beribadah lebih banyak dan lebih baik.

 

Malu Karena Lalai

Coba setiap doa yang kita panjatkan biasanya berkisar akan keinginan dan harapan kita yang belum wujud. Namun lupa bersyukur, lupa tahajud, lupa bakti ma ortu, lupa zakat, lupa sedekah, lupa ke pengajian dsb.

 

Malu Karena Cinta

Malu karena cinta itu karena kita merasa kita cinta pada Allah dan Rasul, tapi kenyataanya emang kagak cinta karena: 

  • Kalau cinta Allah kenapa tidak pernah membanyakan Asma Allah, padahal kalau
  • cinta ke pacar, setiap detik,setiap saat selalu teringat.. Kalau cinta Allah kenapa susah
  • sekali belajar Al-Qur’an, datang ke pengajian, ngak pernah membesarkan agama Allah Swt.

Kalau cinta Nabi kenapa banyak sunnah-sunnah nya ditinggalkan? Wudhu aja kagak

 pernah belajar gimana yang benar, apalagi cara solat, cara tidur, cara makan dsb

 

Malu Karena Nikmat

Kalau merasa banyak nikmat Allah yang dirasakan, kenapa harus sedih, kenapa ngak banyakin ibadah nya, kenapa susah disuruh dalam taat ???

  • Antara dosa dan pahala nga ada bedanya.
  • Kalau ada nikmat tidak bersyukur, kalau
  • banyak kecewa bilang ke sana kemari hidup tuh ngak Adil
  • Senang melakukan keburukan, ejek sana, hina disini.
  • Ngak malu pada umurnya, semakin bertambah usia harusnya lebih banyak belajar agama.  Tidak malu bahwa ibadahnya tidak berkualitas padahal bisa lebih jika berusaha
  • Tidak malu tidak pakai jilbab
  • Tidak punya rasa ingin lebih baik ibadahnya dari yang kemarin
  • Tidak malu sampai sebesar ini belum juga berbakti kepada Orang tua. Ngak malu dosa dah segudang tapi tidak tobat juga
  • Ngak malu terus-terusan minta bahagia, sukses tapi lupa dengan orang miskin, anak yatim.

 

Loh Kok Bisa Begitu…?

Perhatikan, kata HAYA (yang berarti malu) diambil dari kata HAYAH (kehidupan) jadi seakan-akan rasa malu itu akan membuat kalbu seseorang itu hidup, membuat kalbu seseorang itu terus mencari jati diri. Maka pantas sekali jika rasa malu itu bagian dari Iman,  sebagaimana kekasih kita Rasulullah Saw menegaskan:

“Malu itu bagian dari Iman, dan Iman tempatnya di surga. Sementara keburukan bagian dari hati yang sesat. Dan hati yang sesat tempatnya di neraka.” (HR. Tirmizi)

 

Ini Dia Nasihat Dari Seorang Celeb Surgawi

Ibrahim bin Adham, seorang soleh, seleb surgawi yang pantas kita dengar nasehatnya ketika ditanya tentang orang yang suka maksiat:

  • Jika kau mau maksiat, jangan maksiat di Bumi Allah.
  • Jika kau mau maksiat, jangan makan rezeki Allah.
  • Jika kau mau maksiat, jangan sampai terlihat oleh Allah.
  • Jika datang malaikat maut menjemput, bilang saja tunggu dulu aku mau tobat dulu.

  Ust. Ackman Lc

449514
Amani Tour

Copyright © 2013. All Rights Reserved.