Get Adobe Flash player

 


Pasti Kamu Bahagia

 

“Hai manusia, kamulah yang butuh pada Allah; dan Allah Dialah yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji.” (QS. Fathir: 15)

Jika Anda Tidak Bisa Tidur...

Karena dilanda kesedihan,karena hati pedih, karena datang nestapa, hati galau tidak tahu harus bagaimana, hati hancur luluh karena musibah, atau sederet kesedihan lainnya… Berzikirlah kepada Allah…Ingatlah Allah yang menciptkan kita semua, sebutlah nama-nama Allah nan Indah (Asmaul Husna). Inilah yang ditegaskan Allah dalam firman Nya: “Apakah kamu mengetahui ada seorang yang sama dengan Dia (yang patut disembah)? (QS. Maryam: 65)

Semakin Kuat, Semakin Banyak....

Semakin kuat Anda mengingat Allah, pastilah semakin tinggi keinginanmu untuk berzikir, dan otomatis semakin lapang dada dan semakin bertambah kepercayaan diri. Hati akan terasa lebih tenang, jiwa bahagia dan pasti Anda akan menghadapi semuanya dengan dengan penuh kegembiraan, maka:

  • Banyaklah membaca Istighfar...
  • Banyaklah membaca Hamdalah...
  • Banyaklah membaca Tasbih, Tahmid dan Takbir...
  • Sejukan hati dengan Asmaul Husna..

 

Ahh… Hati Tetap Saja Tidak tenang...

Kalau ada yang nyeletuk… Ahh… saya dah zikir... Tapi tetap aja hati kagak tenang...??? Malah masalah makin banyak aja...!!!

Berarti hatinya tertutup dan tidak dapat menikmati nikmatnya zikir.  Kira-kira saja, masalah segudang tapi malas Tahajud, malas berzikir,ngak pernah Tobat, ngak bisa muhusabah. Kalaupun ber zikir hanya sekejap, malas pergi ke Majelis Taklim, malas baca Al-Qur’an, malas mengkaji Hadist, ogah datang ke Masjid dll.

Kalau sudah begini gimana nyembuhin nya???

Ust. Ackmanz Lc


 

Libatkan Hatimu Ketika Berdoa

 

Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.” (QS. Al-Mu’min: 60)  

 “Ketahuilah, sungguh Allah tidak akan mengabulkan doa dari hati yang lupa dan lalai.” (HR. Tirmidzi & Hakim)

 

Hadirkan Hatimu Ketika Berdoa

Hati yang lalai, hati yang kosong ketika berdoa, atau hanya bibir saja yang bergerak tanpa ada perasaan apa-apa ketika berdoa, pasti doanya jauh dari Kabul.Ar-Razi mengatakan: Para ulama sepakat bahwa doa yang diucapkan dengan hati kosong pasti sedikit manfaatnya dan tidak ada pengaruh apa-apa.”

Baiknya gini saja, ketika doa sambil ingat-ingat dosa-dosa kita, ingat maksiat yang pernah kita lakukan. Pasti hati sedih dan pastinya ada rasa memelas agar Allah juga sudi mengampuni dosa-dosa. Hadirkan pula rasa bahwa tidak lama kita akan mati, dan tidak ada yang bisa menolong di kubur dan akhirat nanti kecuali Allah. Sambil ingat pula bahwa kita jauh dari soleh, jauh dari orang takwa, pastinya hati bakalan malu.

 

Ketika Hati Kosong

Hati tidak bergetar ketika berdoa, badan TIDAK merinding ketika ingat dosa, air mata SULIT menetes, maka suluit sekali doa itu terkabul.

Didik dulu jiwa raga, agar hati bisa hadir ketika berdoa. Jangan seperti minta kepada bapak ibumu ketika doa, tidak seperti minta kepada teman, tetangga ataupun seperti minta duit ke suami atau istrimu. Maka tidak ada alasan jika ada yang berkata:

“Saya dah doa kok... Tapi kagak dikabulin juga...”

Coa cek hatinya dulu, periksa jiwa raganya dulu… Apakah bergetar hatinya ketika doa???

Ust. Ackmanz Lc


 

Ayat-Ayat Rezeki

Terdapat sekurangnya 10 macam kiat pembuka pintu rezeki dan tidak salah kiranya jika kita mencoba meraihnya. Sedangkan dalil penunjukannya baik berupa ayat Al-Qur’an maupun dari hadist-hadist Nabawi.

Sengaja saya hanya mencantumkan dalil saja tanpa memberi penjelasan lebih jauh dan selanjutnya teman-teman sendiri yang harus sibuk mencarinya, jika ingin mengetahui lebih jauh, baik membaca, bertanya kepada ustadz terdekat, datang ke majelis taklim dan lain sebagainya. Apakah salah kita mencari rezeki dengan cara seperti yang ditunjukan Al-Qur’an dan Sunnah Nabi? Tidak! Silahkan saja karena Al-Qur’an milik kita, dan pencarian rezeki ini ditunjukan oleh Allah dan Nabi Saw.

Kiat memperolehnya antara lain:

 

1. Istighfar dan Taubat

Maka aku katakan kepada mereka: 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, Dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan Mengadakan untukmu kebun-kebun dan Mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS. Nuh: 10-12)

Hasan al-Bashri salah seorang pemuka di kalangan tabi’in selalu menganjurkan banyak istighfar kepada siapa saja yang datang kepadanya ketika mengadu tentang gagal panen, sulit rezeki, sulit mendapatkan keturunan, dan sawah ladang yang tidak produktif. (Tafsir Qurthubi)

 

2. Takwa

Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. dan Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah Mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (QS. Ath-Thalaq: 2-3)

“Jikalau Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi…” (QS. Al-A’raf: 96)

 

3. Tawwakal

“Sungguh, seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenarnya, niscaya kalian diberi rezeki sebagaimana rezeki burung-burung. Mereka berangkat pagi hari dalam keadaan lapa, dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibn Mubarak, Hakim, Musnad asy-Syihab. Sanadny disahihkan oleh Ahmad Syakir dan Al-Albani)

 

4. Taat dan Beribadah Sebaik-baiknya

“Sesungguhnya Allah berfirman, “ Wahai anak Adam, beribadahlah sepenuhnya kepada-KU, niscaya Aku penuhi di dalam dada dengan kekayaan dan semua kebutuhanmu. Jika tidak kalian lakukan (tidak taat) Aku penuhi dengan kesibukan dan tidak Aku penuhi kebuthanmu (tidak ada hasilnya semua usaha).” (HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah, Hakim dari Abu Hurairah. Al-Albani mensahihkannya)

 

5. Melaksanakan Haji dan Umrah

Pertanyaan ini sering ditujukan pada saya baik para jamaah yang saya bimbing ketika haji atau umrah, “Apakah haji dan umrah ini akan mendatangkan rezeki?" Inilah dalilnya: “Lanjutkan haji dan umrah karena sesungguhnya keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa. Sebagaimana api dapat menghilangkan karat, emas dan perak. Dan tidak ada pahala haji mabrur kecuali surga.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, Nasai, Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban. Syeikh Ahmad Syakir mengatakan sanadnya sahih, Al-Albani mengatakan hasan sahih sedangkan Syeikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan hasan)

6. Silaturahmi

“Siapa saja yang suka agar rezekinya luas, dipanjangkan umurrnya, maka hendaklah ia menperbanyak silaturahmi.” (HR. Bukhari)

Maksud dari dipanjangkan umur dalam hadist ini adalah berkah umur menurut Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Barri.

“Belajarlah tentang nasab (garis keturunan) sehingga kalian bias menyambung silaturhami. Karena sungguh silaturahmi itu adalah (salah satu cara) menimbulkan kasih saying antara keluarga, (sebab) luasnya rezeki dan bertambah usia (berkah umur).” (HR. Ahmad, Tirmidzi, dan Hakim. Syaikh Ahmad Syakir dan Al-Albani mensahihkannya)

7. Sedekah dan Infak

“Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, Maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah pemberi rezki yang sebaik-baiknya.” (QS. Saba: 39)

“Allah Tabaraka wa Ta’ala mengatakan: Wahai anak Adam, berinfaklah, niscaya Aku memberi rezeki kepada kamu.” (HR. Muslim

 

8. Membiayai Pelajar Yang Sedang Menuntut Ilmu Islam

“Dahulu ada dua orang bersuadara pada masa Rasulullah Saw. Salah seorangnya pernah datang kepada Nabi Saw (untuk belajar ilmu agama), sedangkan saudara yang lainya bekerja, Lalu saudara yang bekerja itu pernah mengadu (mengadukan bahwa saudaranya itu tidak mau membatunya dalam kerjaannya) kepada Nabi, dan beliau bersabda,” Mudah-mudahan engkau diberi rezeki sebab itu.” (HR. Tirmidzi, dan Hakim. Syaikh Albani mensahihkannya)

 

9. Menolong dan Membantu Orang Miskin

Dalam sahih Bukhari dikisahkan bahwa Sa’ad merasa dirinya memiliki kelebihan dari pada yang lain. Kemudian Rasulllah Saw bersabda:

“Bukankah kalian ditolong dan diberi rezeki lantaran orang-orang miskin?”

“Carilah keridhaanku melalui orang-orang miskin diantara kalian. Karena sungguh kalian diberi rezeki dan ditolong karena sebab orang miskin diantara kalian.” (HR. Ahmad, Abu Daud, Tirmizi, dan Hakim. Disahikan oleh Albani)

 

10. Hijrah Di Jalan Allah

Makna hijrah selain dari kata asalnya mencakup banyak arti. Diantaranya menurut Rasyid Ridha adalah menolong sesama Muslim agar tidak terjerat oleh hasutan agama lain agar masuk ke agama mereka. Dan tentunya bantuan ini sangat berharga bila berbentuk dana untuk pendidikan mereka, makanan, obat-obatan dan lainnya.

“Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang Luas dan rezki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), Maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An-Nisa: 100)

Ust. Ackmanz Lc


 

 

 

Keheranan Sang Ibnul Qoyyim


“Demi waktu, sungguh Manusia dalam kerugian. Kecuali Orang-orang yang beramal shaleh dan saling nasehat menasehati dalam kebenaran dan kesabaran." (QS: Al-Ashr 1-3)

 

Sang Ibnul Qoyyim

"Yang sangat mengherankan ketika mengenal Allah, justru Anda tidak mencintai Nya, sering mendengar panggilan Nya, tapi Anda menunda datang kepada Nya, tahu harga berteman dengan Allah, justru Anda beteman dengan selain DIA, tahu benar bagaimana murka Allah, tapi Anda sendiri berani menentang NYA, hati gelisah karena maksiat kepada Allah, namun Anda tidak minta ketenangan jiwa agar selalu patuh kepada NYA, selalu merasa hati bimbang dan gelisah, tapi Anda sendiri tidak pernah ber munajat dan berzikir kepada NYA. Yang lebih aneh lagi bahwa Anda tidak bisa hidup tanpa DIA, namun Anda sendiri berpaling dari NYA…"

 

Memang Benar...

Benar sekali apa yang dikatakan seorang penulis best seller sepanjang masa, seorang murid dari Ibn Taimiyyah. Bahwa ternyata kita sendirilah yang mengundang masalah dalam hidup, kita sendiri yang selalu mengundang murka nya Allah… Nauzubillah.

 

Jadi Apa Yang Harus Dilakukan

Kita tahu apa yang harus diperbuat, karena panggilan agama adalah dhoruri (sesuatu yang telah kita ketahui) dari sejak kecil. Yaitu mewujudkan nilai kesolehan diri, belajar agama, belajar Islam, banyak melakukan kebaikan baik bagi diri, keluarga, masyarakat, memberi kualitas pada akal dan hati kita dengan ilmu agama, dengan Al-Qur’an, hadist. Selain juga memberi kualitas pada ibadah kita. Dengan cara apa? Tentunya dengan terus belakar, belajar dan belajar agama, belajar fikih, belajar Al-Qur’an, belajar hadist, akhlak dll. Karena tentunya sebuah kualitas tidak datang dengan sendirinya, dia harus dicari ilmunya, kemudian dipraktekan. Tidak ada kan yang datang dengan sendirinya tanpa dicari?

Ust, Ackman Lc


 

 

 

Ini Kiat Hidup Penuh Suka Cita

“Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, Maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. tidak ada (rasa) khawatir pada mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS. Al-Baqarah: 274)

“Segeralah kamu bersedekah, kerana bala bencana itu tidak dapat melangkahi sedekah” (HR.  Baihaqi)

Coba perhatikan akhir ayat diatas, bahwa Allah Swt menjanjikan bahwa orang yang ber SODAQOH dan INAFAQ akan membuat seseorang jauh dari rasa khawatir, sedih, nelangsa, atau penyakit batin lainnya. Kemudian ditegaskan lebih gamblang oleh salah satu hadit dari banyaknya hadist yang menegaskan keutamaan Sedekah. Jadi tidak perlu ragu atau takut miskin dengan SEDEKAH, karena semuanya akan kembali pada diri kita.

 

Lakukanlah...

Jadi selain SODAQOH itu bagian dari ibadah kita hariaan, juga dia mampu mengikis habis semua masalah dan solusi dalam setiap masalah pula.

Jadi bagi yang dirinya punya masalah, jangan sibuk CURHAT sana sini. Karena Curhat atau keren nya SHARING tidak akan membuat diri Anda tenang. Meski hati PLONG tetap saja masalahnya masih nongkrong. Langsung saja SODAQOH, Solat Taubat, baca Al-Qur’an, Zikir, minta maaf ma ortu dll.

 

Banyak Cara Ber SODAQOH

Memang benar banyak ragamnya ber sedekah itu, dari hanya memberi senyuman, menyingkirkan duri di jalanan dll. Tapi tentunya anak yatim, dhuafa, dan orang kelaparan lainnya tidak butuj senyuman kita. Karena mereka butuh dana untuk makan dan pendidikan. Jadi yang beriman dan cinta kepada Allah Swt yang betul-betul menyisihkan sebagaian dananya untuk mereka. Insya Allah hatipun tenang, hidup damai dan banyak solusi hidup... Aamiin.

Ust. Ackman Lc


 

 

 

Ohh... Ini Dia Kuncinya...!!!

 

“Maka Aku katakan kepada mereka: 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, Dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan Mengadakan untukmu kebun-kebun dan Mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS. Nuh:10-12)

…Dan yang memohon ampun di waktu sahur.” (QS. Ali ‘Imran: 17)

 

Apa Itu Istighfar…???

Anda tahu Istighfar?? Pastilah tahu dan kita tahu apa itu Istighfar. Sedikitnya membaca Istighfar itu adalah:

Astaghfirullah Al-Azhim

“Aku meminta ampun kepada Allah Yang Maha Mulia.”

Yang panjang lagi: Astaghfirullahal Azhim Min Kulli Zanbin Wa Atubu Ilaihi

“Aku meminta ampun kepada Allah Yang Maha Mulia Dari Semua Dosa Dan Aku Taubat Kepadanya.”

Sedikitnya membaca Istighfar sehari semalam sebanyak 70 x, atau tambah aja deh jadi wirid harian sebanyak 100 x. Karena baginda Nabi, yang dosanya telah diampuni tapi nggak pernah ninggalin Istighfar:

“Demi Allah, aku sungguh beristighfar (mohon ampun) kepada Allah dan taubat kepadanya, (dengan membaca Istighfar) lebih dari 70x dalam sehari.” (HR. Bukhari)

Tentu saja dosa besar (Al-Kabair) tidak cukup hanya dengan membaca Istighfar saja, tapi harus memenuhi syarat taubat (selanjutnya silahkan mencari di Internet, toko buku, Tanya ustadz di majelis taklim dll) Dengan demikian Istighfar itu adalah pengakuan dosa kita kepada allah, permohonan maaf kepada Allah, Sang Penguasa Dunia, dan Istighfar juga adalah “jawara’ nya doa. Seperti yang disebutkan dalam satu ayat:

“Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya (tidak tidur) dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa apa rezki yang Kami berikan.” (QS. As-Sajdah: 16)

 

Kunci Rezeki... Istighfar...!!!

Coba perhatikan ayat paling atas, bahwa ketika seseorang beristighfar ada beberapa “reward” dari Allah Swt yaitu:

  • Istighfar membuahkan ampunan dari Allah
  • Istighfar menghapus dosa
  • Istighfar mendatangkan kesuburan dengan datangnya hujan
  • Istighfar membuahkan rezeki bagi para pembacanya
  • Istighfar akan membuahkan pula keturunan
  • Istighfar menjadikan sawah ladang makmur/ sukses dalam bisnis atau karir
  • Ternyata Istighfar itu juga solusi jitu medatangkan rezeki sebagaimana Rasulullah Saw pernah ditanya ketika seseorang mengeluh karena rezeki, Rasulullah Saw menjawab: “Engkau harus beristighfar.” Begitu pula ketika ditanya tentang keturunan, beliapun menjawab: “Engkau harus beristighfar.”

Kemudian Abu Hurairah bertanya karena bingung semua jawaban sama dari beberapa pertanyaan berbeda, kemudian Rasulullah Saw membaca ayat paling atas tadi. Di lain tempat Rasulullah Saw bersabda:“Barang siapa yang selalu membaca Istighfar, maka Allah akan memberinya solusi dari semua kesulitan dan memberikan rezeki yang tidak disangka-sangka.” (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah)

 

Lakukan Secara Kontinu... Lebih Bagus Di Waktu Subuh

Tentu saja solusi dari semua permasalahan ini tidak hanya cukup dengan “hanya” beberapa kali atau beberapa hari saja. Sampai kapan??? Itu hak preogratif Allah semata. Namun yang jelas kualitas ilmu pengetahuan Islam seseorang akan mempengaruhi penilaian Allah kepada kita. Kontinunitas sangat berperan pula dalam satu ibadah dibanding banyak kemudian ditinggalkan.

Yang paling baik adalah membaca Istighfar di waktu sahur seperti di ayat kedua yang tertulis di atas. Teman-teman...!!! ternyata solusi itu ada dekat sekali, ada di samping kita, dia tidak jauh, ternyata ada dalam Al-Qur’an itu sendiri. Tidak perlu mendatangi paranormal, dukun, bertanya pada kartu tarot, lihat perbintangan... Aduh teman!!! Itu malah membuat Allah murka!!!

Ayo sekarang kita mulai belajar Islam, kita pelajari Al-Qur’an, kita bongkar hadist agar menjadi solusi dari semua permasalahan kita.

Ust. Ackmanz Lc

 

 

 


 

 Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan” ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: Wahai Rabbku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.” (QS. Al-Israa: 23-24)

Tiga macam do'a (yang) dikabulkan tanpa diragukan lagi, yaitu doa orang yang dizalimi, doa kedua orang tua, dan do'a seorang musafir (yang berpergian dg tujuan baik). (HR. Ahmad dan Abu Dawud. Hadist Sahih)

 

Salah Satu Kiat Orang Sukses…

Alhamdulilah, kami sering mengantar orang untuk berhaji atau berumrah, baik sebagai pembimbing Ibadah ataupun pergi bersama keluarga. Di saat menjadi pembimbing Ibadah, berbagai macam watak dan peranggai jamaah sering ditemui. Beberapa kali saya sering mengamati jamaah yang dianggap mapan, sukses dalam bisnis atau karir. Dan semuanya jawabannya satu..apa itu?? Ternyata mereka adalah orang-orang yang sangat menghormati dan mentaati kedua orang tuanya,khususnya sang Ibu.

Kategori hormat dan taat ini bukan saja taat dan patuh, namun pula mengurus semua keperluan ketika orang tuanya sudah tua.

 

Ortu Bukan Tempat Curhat Saja…Uruslah Mereka

Orang tua bukan sekedar curahan hati kita, ketika ditimpa masalah baik dalam rumah tangga, pekerjaan, kita langsung telepon orang tua dan mulailah curhat. Namun ketika butuh bantuan atau ketika dapat rezeki, berbagai alasan kita ungkapkan:

“Duh…maaf yah bu, saya sibuk dengan kerjaan..ntar deh yah kalau ada waktu luang….

…Wah bu/Pak, saya nggak punya duit sekarang…Ibu kan tahu gaji saya berapa! Belum lagi keperluan rumah tangga???...

...Suami saya tuh Pak...nggak tahu perasaan saya...nggak pernah ngebahagiain aku...!!!

…..Kenapa sih Pak minta uang terus?? Kan Bapak tahu saya nih cuman pegawai negeri???

Dan masih banyak lagi alasan kita yang pada dasarnya menunjukan betapa kita sering menjadikan orang tua tempat mengadu, tempat curhat semua kesulitan kita. Seakan-sekan mereka hanya mendengar semua ocehan kita, semua kesulitan kita dari kecil sampai berkeluarga sekalipun....

Sudah saatnya kita membahagiakan orang tua kita....Kita punya masalah keluarga/rumah tangga..Sssttt jangan bilang mereka..

Kita punya masalah dengan pekerjaan...ssttt mereka tidak perlu tahu...

Beri kabar yang gembira saja...agar hatinya senang dan bahagia.

Tahukah…!!! Ternyata permintaan orang tua kita ini…apapun permintaannya..akan mengundang rahmat dan berkah Allah??? Apa tuh???..sukses dan bahagia…

Minimal bahagiakan hati mereka, tampakan di depan mereka bahwa kita anak yang baik, patuh dan taat.

 

Jawabannya Satu….Hormati, patuh dan sayangi Orang Tua ..!!

Berbagai persoalan hidup pastilah silih berganti datang dalam kehidupan kita, dan ini adalah satu kewajaran. Nah, salah satu solusi jitu menghadapi persoalan ini adalah meminta doa orang tua kita,selain kita hormati mereka pula, kita urus keperluan mereka dengan kemampuan yang ada. Ketika kita mendapat rezeki, kirim sebagian rezeki kepada mereka, kirim makanan yang baik, urus mereka. Lihat dapur mereka, mungkin ada yang kurang, urus sandang pangan mereka….Kalau kita sering Hang Out…ajaklah mereka sekali-kali.

Tanya mereka...Apa yang mereka mau!!! Kita mungkin hebat dalam pandangan orang, supel, pandai bergaul, selalu mengikuti mode, shoping di mall, karir ok, pekerjaan bagus... de el el…

tapi mungkin saja kita dikutuk Allah, manakala kita membiarkan orang tua kita..nun jauh disana, hanya nonton TVRI di TV butut atau mungkin hanya mendengarkan radio saja, sedangkan kita sering nonton di 21,.

Kita siapkan dana untuk haji dan umrah..namun ortu kita..tidak kita ajak dengan alasan dana hanya cukup untuk berdua saja. Sukseskah kita dengan cara seperti itu??? Akankah Allah memandang kita sebagai seorang hamba yang soleh dan taat??? Nudzubillah min dzalik… Ternyata ketika kita sukses, bahagia…itu bukan karena tangan kita….nun jauh disana orang tua kita mendoakan untuk kita hatinya senang, bahagia karena kita telah membahagiakan mereka…

Untuk Ibuku….Dengan kasih sayangmu,..aku bisa begini…dengan didikanmu…aku bisa menikmati hidupku…Ya Allah Ya Karim..maafkan aku yang belum menjadi anak yang patuh dan taat…..terimalah amal solih ibuku..Ya Allah…luaskan dan terangi kuburnya..

Ust. Ackmanz Lc


 

 

 

 Aku ingin menjadi orang yang selalu bersyukur

 

“Di dunia mereka sedikit sekali tidur di malam hari. Dan selalu memohon ampunan diwaktu pagi sebelum fajar . “(QS. Adz-Dzariyat: 17-18)

“Sungguh pada waktu malam ada satu saat. Seandainya seorang Muslim meminta kebaikan didunia maupun diakhirat kepada Allah Swt, niscaya Allah akan memberinya, dDan itu berlaku setiap malam.” (HR.  Muslim )

Jika Rasulullah Saw shalat, beliau berdiri (lama sekali) sampai kedua kakinya  beliau bengkak. Aisyah ra. bertanya: Wahai Rasulullah, kenapa engkau berbuat seperti ini padahal dosamu yang terdahulu dan yang akan datang telah diampuni? beliau menjawab: Wahai Aisyah, apakah aku tidak boleh menjadi seorang hamba yang bersyukur.” (HR. Muslim)

 

Tahajud, Obat Gelisah Hati

Jadikan shalat tahajud atau qiyamul lail adalah kebiasaan harian kita, jadikan shalat itu sebagai kegiatan rutin yang tidak terlewatkan.

Paksakan diri untuk melakukannya,….Ahhh susah bangunya???

Kalau Anda berniat kuat, pasti bangun, sebelum tidur wudhu dulu, kemudian berdoa kepada Allah semoga dibangunkan tengah malam nanti. Dan benamkan Niat kuat dalam hati, bahwa Shalat tahajud adalah shalat pembawa nikmat dalam hati dan rugilah yang melalaikannya.

Atau kalau susah, ingat semua masalah Anda, di malam hari apalagi waktu subuh sekita jam 3 an adalah waktu mustajab berdoa.

Kalau shalat ini selalu anda lakukan, pasti ketika meninggalkannya, rugi dan menyesal sekali.

 

Loh Apa Bedanya Shalat tahajud dan Qiyamul Lail??

Qiyamul lail bisa dilakukan sebelum maupun sesudah tidur. Selain itu, qiyamul lail bisa berupa ibadah apa saja seperti membaca Al-Qur’an, dzikir, atau shalat-shalat sunnah seperti shalat witir, shalat hajat, istikharah, shalat tasbih, shalat tarawih di bulan ramadhan atau ibadah lainnya. [1] Sedangkan tahajud hanya berupa shalat saja. Kesimpulannya tahajjud pasti qiyamul lail, sedangkan qiyamul lail belum tentu tahajud, karena tahajud disyaratkan tidur dulu. Nah, yang paling susah itu adalah shalat tahajud, karena yang hanya berniat kuat saja yang bisa bangun malam hari seperti yang banyak ditegaskan dalam Al-Qur’an:

“Di dunia mereka sedikit sekali tidur di malam hari. Dan selalu memohon ampunan diwaktu subuh .“ (QS. Adz-Dzariyat: 17-18)

 Tapi kalau anda sangup qiyamul laili lakukanlah, kalau mau tahajud, masya Allah baik sekali. Dan lakukan dengan kontinu

 

Ini Slogan kita

Jika Rasulullah Saw shalat, beliau berdiri (lama sekali) sampai kedua kakinya beliau bengkak. Aisyah ra. bertanya: Wahai Rasulullah, kenapa engkau berbuat seperti ini padahal dosamu yang terdahulu dan yang akan datang telah diampuni? beliau menjawab: Wahai Aisyah, apakah aku tidak boleh menjadi seorang hamba yang bersyukur.” (HR. Muslim)

Shalat tahajud adalah menifestasi rasa syukur kita kepada Allah, jadi orang yang shalat qiyamul lail atau shalat tahajud sebenarnya dia telah bersyukur dengan bukti nyata. Mari kita bayangkan seorang Nabi yang dosa-dosanya telah diampuni masih shalat malam sampai bengkak kakinya.

Ust. Ackman. Lc


 

 

 

Ini Muhasabah, Karena Hidup Harus Berkah

 

Apa Itu Muhasabah?

Muhasabah itu artinya Intropeksi diri, atau merenung barang sejenak sambil mengigat dosa dan maksiat yang pernah dilakukan. Sambil terus bertanya apakah dosa maksiat yang pernah dilakukan itu sudah di TOBAT in atau belum. Atau bertanya pada diri sendiri apakah sekarang ini lebih baik dari sebelumnya ?? Ataukah memang lebih buruk dari masa lalu?? Agar Muhasabah ini menjadi barometer untuk kehidupan masa datang.

 

Apa Penting Muhasabah itu???

Sangat penting sekali karena dengan Muhasabah ada tuntutan agar ketaatan bisa terus ditingkatkan sedang keburukan/dosa bisa dihindarkan. Orang itu pasti tahu apa dosa yang pernah dilakukan nya. Meskipun dia berupaya menutupinya dari yang lainnya, namun pastinya di hari kiamat nanti tidak ada satupun yang bisa ditutupi di hadapan Allah Swt. Dengan demikian ketika ia merenung bahwa banyak sekali dosa yg pernah dilakukan nya tentu nya dia akan berusaha taubat, dan memperbanyak amal soleh untuk menghapus atau mengganti dosa yang pernah dilakukan nya.

 

Mana Dalil pentingnya Muhasabah?

“Hai orang-orang yang beriman,bertakwalah kepada Allah dan hendaklah Setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah,Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-Hasyr: 18)

Sedangkan dalam hadist diantaranya:

Orang cerdas itu adalah yang mampu menagih dirinya (muhasabah) dan beramal untuk hari akhirat. Orang bodoh itu adalah orang yang mengikuti hawa nafsu dan berkhayal terhadap Allah." (HR.Tirmizi)

 

Apa pandangan Ulama tentang Muhasabah  ini?

Ibnu Qayyim mengatakan," Ayat ini menunjukan kewajiban melakukan Muhasabah."

Sedangkan Ibnu Katsir mengatakan,"Intropeksi lah kalian, sebelum kalian diperhitungkan. Persiapkan diri kalian dengan baik dengan berbagai macam amal soleh sebagai bekal hari esok."

 

Bagaimana komentar Sahabat Nabi Saw tentang Muhasabah??

Umar bin Khottob ra pernah mengatakan," Perhitungkan dirimu (Muhasabah) sebelum kau diperhitungkan. Timbangkagdirimu sebelum kau ditimbang. Karena yang paling ringan perhitungan nya hari esok kelak adalah orang suka Muhasabah semasa hidup nya. Karena di hari kiamat nanti tidak ada satupun yang tersembunyi." (HR. Ahmad, Tirmizi, Ibn Al-Jauzi,Ibn Qoyiim)

 

Apa Nasehat  Untuk Kita?

Hasan al-Bashri pernah mengatakan:

"Sungguh seorang hamba itu (harusnya) selalu dalam kebaikan, selama ia menjadi penasehat bagi jiwa nya. Oleh karena itu Muhasabah penting sekali dikerjakan."

 

Perbuatan apa yang bisa membantu, agar mudah ber Muhasabah??

  • Harus merasakan, dan harus yakin bahwa kita diawasi oleh Allah. Dan harus yakin bahwa apapun dosa yang telah diperbuat pastilah Allah tahu, meskipun seluruh manusia tidak mengetahuinya. Ataupun meski di sembunyikan dengan rapat pasti diketahui Allah Swt.
  • Muhasabah adalah pintu menuju Tobat, dan tobat sendiri Wajib dilakukan setiap individu agar Husnul Khotimah. Sulit sekali Tobat bila tidak didahului oleh Muhasabah.
  • Harus yakin adanya hari akhir, hari pembalasan dimana semua amal akan diperiksa dan akan dibalas dengan adil.
  • Membaca sejarah Nabi Saw, para sahabat dan ulama terdahulu agar menjadi motivasi bagi diri untuk selalu memupuk amal soleh.

Ust. Ackmanz Lc 


 

 Kalau Tidak Bisa Berkata Baik... Diamlah...!!!

 

 

Kemampuan berbicara adalah salah satu kelebihan yang Allah berikan kepada manusia, untuk berkomunikasi. Ungkapan yang keluar dari mulut manusia bisa berupa ucapan baik, buruk, keji, dsb. Agar kemampuan berbicara yang menjadi salah satu ciri manusia ini menjadi bermakna dan bernilai ibadah, Allah Swt memrintahkan semua hamba-Nya agar berkata baik dan jangan sampai berkata buruk, keji, kotor dan lainnya.

Allah Swt berfirman: “Dan katakan kepada hamba-hamba-Ku. “Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar) sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.” (QS. Al-Isra: 53)

”Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik…” (QS. An-Nahl: 125)

Rasulullah Saw bersabda: Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau diam.”( HR. Bukhari Muslim)

Takutlah pada neraka, walau hanya sebiji kurma. Jika kamu tidak punya maka dengan berkatalahyang baik. (HR. Bukhari Muslim)

 Ucapan yang baik adalah sedekah. (HR. Muslim)

 

Jika Tidak Bisa Berkata Baik Maka Diamlah

Bahaya yang ditimbulkan oleh mulut kita sangat besar sekali, dan hampir semua dosa itu bermuara dari mulut. Sedangkan diam adalah salah satu upaya jitu agar mulut tidak menimbulkan dosa, keji dan keburukan lainnya.

Nabi Saw bersabda:

“Barang siapa yang mampu menjamin kepadaku antara dua kumisnya (kumis danjenggot/mulut), dan antara dua pahanya (kenaluan), saya jamin dia akan masuk sorga” (HR. Bukhari)

“Tidak akan istiqamah iman seorang hamba sehingga istiqamah hatinya. Dan tidak akan istiqamah hati seseorang sehingga istiqamah lisannya” (HR Ahmad)

Ketika Rasulullah ditanya tentang perbuatan yang menyebabkan masuk surga, Rasulullah Saw menjawab: “Bertaqwa kepada Allah dan beraklhlah dengan akhlaq mulia”.

Dan ketika ditanya tentang penyebab masuk neraka, Rasul menjawab: “Dua lubang, yaitu mulut dan kemaluan.” (HR. Tirmidzi)

“Barang siapa yang bisa menjaga mulutnya, maka Allah akan tutupi keburukannya.” (HR. Abu Nuaim)

Ibnu Mas'ud berkata: “Tidak ada sesuatupun yang perlu lebih lama aku penjarakan dari pada mulutku sendiri.”

Abu Darda berkata: “Perlakukan telinga dan mulutmu dengan obyektif.”

 

Kesimpulan

Bahwa berkata baik sangat dianjurkan, bahkan menjadi bagian dari sifat mukmin Islam tidak mengenal kritikan dengan kata-kata kasar dan kotor. Apalagi diutarakan di tempat umum, bukan pada tempatnya. Islam hanya memperkenalkan Nasihat. Jadi ketika hendak mengkritik, kritiklah dengan sopan dan pada tempatnya Apapun kritikan pada orang lain meskipun dalam masalah agama, maka tetap saja dia telah berghibah dan ghibah itu dosa besar Diam adalah solusi terbaik agar tidak memperkaya diri dengan dosa Anggaplah semua orang lebih baik dari kita, Insya Allah hati dan mulut terjaga dari dosa atau berburuk sangka

Ust. Ackmanz Lc

 

 


 

Apa artinya Taubat?

Taubat adalah penyesalan atas semua maksiat atau dosa yang pernah dilakukan kemudian bertekad untuk tidak mengulanginya lagi,  baik sejak sekarang atau akan datang.

 

Apakah Taubat itu Wajib dan Kapan Waktunya?

Taubat hukumnya wajib bagi semua muslim setelah melakukan maksiat. Dan keliru anggapan bahwa taubat hanya dilakukan sekali saja dalam hidup. Taubat harus dilakukan setiap saat dan harus menjadi menu harian. Karena Taubat dianggap sebagai Tazkiyatun Nafs (penyuci jiwa), maka jiwa yang kotor tentunya harus dibersihkan dulu dan belum bisa masuk rahmat dan karunia Allah.

 

Apa Hubungan antara Muhasabah dan Taubat?

Orang yang menjadikan Muhasabah itu kontinunitas harian tentu nya akan tergerak melakukan taubat. Betapa banyak kemaksiatan yang telah dilakukan nya, dengan sendirinya ia akan banyak ber Taubat. Maka antara muhasabah dan taubaut itu terkait erat.

 

Apa Dalil Kewajiban Taubat??

“Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, agar kalian sukses.” (QS. An-Nur: 31)

“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang benar). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu.”(QS. At-Tahrim: 8)

 

Bagaimana Pandangan Allah Swt Jika Tidak Taubat?

“Hai manusia, taubatlah kalian kepada Allah Swt, karena aku sendiri ber taubat 100 x dalam sehari.” (HR. Muslim)

 

Apa Yang Disebut Taubat Nasuha Itu?

Adalah Taubat yang benar dan serius, yaitu membersihkan dosa-dosa yang lalu, kemudian meninggalkan semua dosa saat ini juga, s

Allah Swt membagi hamba-hambanya 2 kategori: Yang ber taubat dan yang zalim. Siapa saja hamba-hamba Nya yang tidak ber taubat dari dosa yang pernah dilakukan nya, maka Allah Swt mengkategorikan nya sebagai orang zalim. Hal ini diketahui dari firmanNya:  “Siapa saja yang belum bertaubat, mereka adalah orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Hujurat: 11)

 

Apakah Taubat Itu Harus Segera Dilakukan Atau Bisa Ditunda??

Taubat wajib dilakukan saat itu juga, dan tidak boleh di tunda. Karena dengan menunda taubat dianggap sebagai dosa.

 

Apakah Taubat Itu Untuk Dosa Besar (Kabair) Atau Juga Dosa Kecil (Shogho-ir)?

Taubat wajib baik untuk dosa besar atau kecil, dan jika meremehkan dosa kecil pasti dosa itu makin bertumpuk. Satu taubat untuk satu dosa dan jika dihitung tidak mungkin dengan satu taubat saja akan menghilangkan semua dosa-dosa besar. Disinilah pentingnya terus menerus taubat.

 

Bagiamana Jika Seseorang Meremehkan Dosa Kecil ?

Sebuah hadist menjelaskan: “Hati-hatilah kalian, jangan menyepelekan dosa-dosa. Karena dengan menyepelekan nya seperti kaum yang mendapati sebuah lubang. Masing-masing membawa kayu bakar, sehingga banyak dan dapat menghanguskan roti. Demikian orang yang menyelepelekan dosa yang akan menghancurkan nya.”

Rasulullah Saw  bersabda:

“Berhati-hatilah kalian terhadap dosa kecil, sebab jika ia berkumpul dalam diri seseorang akan dapat membinasakannya.” (HR. Ahmad dan Thabrani ).

Anas ra pernah berkata kepada sebagian tabi'in: “Sungguh kalian melakukan perbuatan yang di pandang lebih kecil dari pada biji gandum padahal di masa Nabi Saw kami menganggapnya sebagai sesuatu yang dapat membinasakan.”(HR Bukhari)

 

Bagaimana Cara Taubat Itu? 

  • Taubat terbagi 2:
  • Taubat karena melanggar perintah Allah Swt, dan
  • Taubat karena menyakiti sesama.

 Taubat kepada Allah memerlukan 3 syarat, yaitu:

  • Meninggalkan kemaksiataan yang dilakukannya saat itu juga
  • Menyesali perbuatannya
  • Bertekad kuat tidak mengulangilagi selama-lamanya.

 Jika terkait dengan hak-hak orang lain maka ia harus minta maaf atau mengembalikan sesuatu kepada pemilik nya

 

Apakah Harus Sholat Taubat Juga:

Sholat taubat hukum nya sunnah, dan baik dilakukan. Sholat taubat terdiri dari dua rakaat, rakaat pertama membaca al-fatihah kemudian surat apa saja yang dihafal begitu pula rakaat ke-2 seperti rakaat pertama.

 

Apa Perlu Membaca Surat Taubat Ketika Ber Taubat:

Taubat dan membaca surat at- Taubah dalam Qur'an tidak ada kaitannya. Surat at-Taubah hanya nama salah satu surat dalam Al-Qur'an.

Apakah Dengan Sholat 5 Waktu Dianggap Taubat?

Sholat 5 waktu adalah kewajiban dan tidak dianggap taubat. Karena Taubat itu ada syarat-syarat nya seperti yang telah dijelaskan di atas.

 

Mengapa Antara Umroh dengan Umroh, Jum'at Dengan Jum'at  dsb dianggap Kafarot (pelebur dosa)?

Memang betul itu pelebur dosa, namun dosa kecil, bukan dosa besar. Dosa besar wajib taubat meskipun dia tidak meninggalkan shalat Jum'at atau puasa Romadhan.

 

Apa Contoh Dosa Besar (Kabair)?

Syirik kepada Allah (mendatangi dukun, percaya horoskop, tarot dll), meninggalkan Shalat, tidak berzakat, tidak puasa Ramadhan tanpa alasan, durhaka kepada ibu bapak, zina, sodomi, makan harta anak yatim, saksi palsu, sombong, makan dari harta haram, bohong, menyebar fitnah, mencela sesama muslim, percaya sihir, membuka aib orang lain, membicarakan keburukan orang lain, dsb

 

Apa Contoh Dosa Kecil (Shogho-ir)?

Memakai jilbab tapi rambutnya masih terlihat, pacaran, pegangan tangan karena nafsu yang bukan muhrim, ghasab (memakai sesuatu tanpa izin) dsb

Ust. Ackman Lc

 

 

 



Maaf Tuhan, Aku Sibuk...!!!

 

“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit.” (QS Thaha: 124)

“Wahai manusia, curahkan jiwa ragamu utk ibadah kepadaKu, niscaya Aku hilangkan kemiskinanmu. Dan jika kau tidak melakukannya, niscaya Aku persulit dengan kesibukan dan Aku tidak akan menghapuskan kefakiranmu.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibn Majah & Hakim)

 

Aku Mau Bahagia, Aku Mau Senang

Mohon jawab dulu pertanyaan di bawah ini: Suka sedekah ngak? Suka zakat ngak? Sudahkan berbakti kepada orang tua? Suka tahajud nggak? Suka Istighfar ngak? Istiqomah ngak dalam ibadah? Suka ke pengajian ngak? Suka baca Al-Qur’an nggak? Sudah berjilbab ngak? Suka kasihan nga ma anak yatim? Suka datang ke rumah yatim? Suka nga ngasih ke orang miskin? Sering sedekah jariyah ngak? Gimana diri anda dalam menyebarkan agama Allah dan lainya. Ohhh..aku sudah lakukan semua…berarti ada yang salah..yang jelas seruan Al-Qur’an dan Sunnah tidak pernah salah dan meleset…

 

Aku Sibuk, Ya Allah

Dari pada sibuk mikirin mau khusuk, mau bahagia, sekarang mah kita belajar saja, bagiamana cara solat yang baik sesuai tuntunan AlL-Qur’an dan sunnah, dari tata cara wudhu, lebih baik belajar Al-Qur’an, tajiwid, tahsin Qur’an, dan membiasakan diri bersedekah, biasakan sholat tahajud, nga ninggalin sholat rowatib..

Sekarang mah sudah saja membahagiakan orang tua, minimal Anda sudah kagak usah celoteh ke mereka kesulitan2 Anda, bilang aja semuanya bagus. Sering lah zikir kapan saja dan dimana saja.

Isi hati dan tubuh ini dengan kebaikan, taat dan amal soleh, yang penting isilah akal dan hati dengan ilmu-ilmu Allah. Pasti deh janji Allah tidak akan meleset dan lakukan dengan senang hati, jangan lakukan kalau punya masalah saja. Sudah ngak usah bilang, saya sibuk, ntar yah kalau ada waktu, waduh gimana yah banyak kondangan dsb kalau diajak ke pengajian, ke majelis taklim, atau silturahmi dengan para ustadz.  Ntar di kuburan kita akan istirahat panjang, minimal belilah buku-buku agama, pergi ke pengajian. Jangan berat kaki melangkah untuk mencari ridho dan rahmat Allah..mumpung masih hidup dan banyak kesempatan. Ngak mungkin kan mau bahagia kalau tubuh susah diajak kompromi, malas diajak taat, malas mengkaji Al-Qur’an dan Sunnah Nabi.

Ust. Ackman Lc


 

 

Meraba Murka Allah

Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama (orang yang berilmu). (QS. Fathir: 28)

Celakaanlah bagi pengumpat dan pencela. (QS. Al-Humazah; 1)

 

Apa Ada Petir Menyambar ?

Gimana kita bisa menebak kemarahan Gusti Allah???? Apa tiba-tiba datang petir menyambar?? Apa tiba-tiba datang angin topan ngerusak rumah kita? Bisa jadi kita merasakan bahwa selama ini kita baik-baik saja, keluarga adem ayem, anak-anak sukses,pekerjaan, lumayan nggak kekurangan apa-apa. Tapi! Gimana kalau kehidupan yang baik-baik saja itu ternyata Allah justeru ngambek!! Alias Murka.  Ataupun begini, kita banyak masalah, hutang disana sini, rumah tangga dalam kategori gawat, pekerjaan nggak karuan dan segala kesulitan lainnya. Namun ternyata justeru Allah tidak marah, bahkan Dia memberi latihan atau istilah cobaan, karena akan diberi kehidupan baik dan bagus nantinya. Jadi kesimpulannya kita tidak akan bisa merasakan atau bahkan tidak akan pernah mengetahui apakah Allah itu marah hatau nggak ama kita??? Karena masalahnya kita sekarang mau buat baik ataupun dosa sekalipun, kayaknya langit sama saja tuh???

 

Gimana Meraba Murka Allah itu…!!!

Jawabannya bermacam-macam, yang pasti orang yang suka baca Al-Qur'an, orang yang giat mencari ilmu agama, orang yang suka mengkaji sekaligus buka-buka terjemah Qur'an, ngaji hadist, atau yang sedang belajar bahasa Arab dsb, itulah yang akan tahu marah atau tidaknya Allah Kok bisa gitu....??? Coba saja ketika seseorang buka baca terjemah Qur'an terus sambil menghayati dan merenung apa yang dibaca, ketika sampai pada ayat:

Jika kamu bersyukur maka Aku akan menambah (nikmat) itu kepadamu. Dan jika kamu ingkar, maka sungguh siksa Ku amat pedih.” (QS. Ibrahim: 7)

Nah, mulailah hati kita berbicara jujur, apakah kita bersyukur atau tidak? jika selama ini kita tidak pernah bersyukur, alias selalu merasa kurang karena selalu melihat diatas, selalu keluh kesah dengan yang belum di dapat, tapi lupa se abreg kenikmatan yang telah di dapat. Jarang memberi ke anak yatim, orang miskin dsb. Maka di situlah kita tahu bahwa selama ini Allah marah kepada kita.  Tinggal menanti saja saat-saat hukuman Allah.

Atau ketika kita sampai pada ayat:

“Celakaanlah bagi pengumpat dan pencela.”(QS. Al-Humazah:1)

Tiba-tiba kita tersadar, selama ini kita banyak mencela, bisa jadi kita mencela dalam koridor agama. Misalnya....wah kasihan sekali banyak orang Islam kagak bener ibadahnya. Banyak yang nggak bener akidahnya...Wuaaahh orang Muslim itu ibadahnya nya nga ikhlas dsb.

Padahal jelas sekali baginda Nabi Saw pernah wanti-wanti agar menghindarkan mengecam sesama muslim seburuk apapun yang dilakukannya:

“Mencela seorang muslim itu perbuatan fasiq sedangkan memeranginya adalah perbuatan kufur.” (HR.Bukhari Muslim)

“Berbahagialah orang yang sibuk memperhatikan aib dirinya sendiri daripada sibuk memperhatikan aib orang lain.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).

 

Jadi Kesimpulannya Apa..?

Ternyata orang yang belajar Agama, orang yang giat mencari ilmu, itulah yang akan tahu, akan merasakan, atau meraba marah atau tidaknya Allah.

Lah wong saya banyak shalat kok?? Saya udeh banyak zikir kok? Emang betul keduanya sarana mendekatkan diri pada Allah, tapi cobat anya pada hati kita, apa dengan amalan semacam itu saja kita bisa melihat kemarahan Allah.

“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama (orang yang berilmu).”(QS.Fathir:28)

Ust. Ackman Lc


 

 
 

Aku Malu (Tiada Iman Tanpa Rasa Malu)

 

“Bila Allah hendak membinasakan seorang hamba, Dia akan mencabut rasa malunya darinya. Bila rasa malu ini sudah dicabut, kau akan melihatnya dibenci dan di jauhi orang-orang. Apabila kaulihat ia dibenci dan dijauhi, dicabutlah sikap amanah darinya. Bila Amanah itu sudah dicabut, kau akan lihat dia menjadi khianat dan pengkhianat. Jika ia dianggap khianat dan pengkhianat, dicabutlah rasa kasih sayang darinya. Bila rasa kasih sayang itu sudah dicabut, kau akan lihat dia menjadi penjahat dan terlaknat. Apabila ia sudah jadi penjahat dan terlaknat, dicabutlah Islam darinya. (HR. Ibnu Majah)

 

Merinding Nggak Baca Hadist Diatas…??

Coba kita resapi hadist diatas, betapa dengan gamblang kekasih kita Rasulullah Saw memaparkan keadaan seseorang hanya dari satu sifat saja, yaitu hilangnya rasa malu..!! Hanya karena tidak malu berakibat datangnya, nestapa, khianat, jadi penjahat, hilang amanah, dijauhi orang, dibenci dan seabreg keburukan lainnya.

 

Hilang Rasa Malu, Maka Kalbu Akan Mati .!!

Kaitan antara kalbu dan rasa malu sangatlah kuat, jika kalbu ini sudah dan bahkan sering diisi oleh nutrisi Iman, ilmu syariat dan lainnya pasti rasa malunya pun akan bertambah. Namun kebalikannya jika hati ini tidak pernah diisi dengan iman yang segar, cuman dibiarkan begitu saja, solatnya pun dari dulu gitu-gitu saja, baca Qur’an nya pun dari dulu cuman begitu saja, sedekah nya pun dari dulu cuman segitu-gitu aja, Alias tidak ada perubahan yang signifikan mungkinkah akan bertambah rasa malunya?? Kalau kalbu sudah dibiarkan terbengkalai, maka dipastikan lambat laun jiwanya padam, sirna dan pastilah kalbunya tidak akan pernah menerangi akal dan raganya. Kalau sudah begini:

  • Sudah tidak malu berbuat perbuatan tercela
  • Menganggap sepele maksiat malah senang membicarkannya, bahkan di awar-awar  ke orang lain

 

Jadi Gimana Solusinya Donk…??

Hadirkan dalam hati rasa malu ini:

 

Malu Karena Sering banget Berbuat Dosa:

Jangan pernah menghitung ibadah kita, karena jika kita hitung pasti akan merasa sudah cukup. Anggap ibadah kita kecil dan tidak berarti, kalau sudah begini pasti ada keinginan untuk beribadah lebih banyak dan lebih baik.

 

Malu Karena Lalai

Coba setiap doa yang kita panjatkan biasanya berkisar akan keinginan dan harapan kita yang belum wujud. Namun lupa bersyukur, lupa tahajud, lupa bakti ma ortu, lupa zakat, lupa sedekah, lupa ke pengajian dsb.

 

Malu Karena Cinta

Malu karena cinta itu karena kita merasa kita cinta pada Allah dan Rasul, tapi kenyataanya emang kagak cinta karena: 

  • Kalau cinta Allah kenapa tidak pernah membanyakan Asma Allah, padahal kalau
  • cinta ke pacar, setiap detik,setiap saat selalu teringat.. Kalau cinta Allah kenapa susah
  • sekali belajar Al-Qur’an, datang ke pengajian, ngak pernah membesarkan agama Allah Swt.

Kalau cinta Nabi kenapa banyak sunnah-sunnah nya ditinggalkan? Wudhu aja kagak

 pernah belajar gimana yang benar, apalagi cara solat, cara tidur, cara makan dsb

 

Malu Karena Nikmat

Kalau merasa banyak nikmat Allah yang dirasakan, kenapa harus sedih, kenapa ngak banyakin ibadah nya, kenapa susah disuruh dalam taat ???

  • Antara dosa dan pahala nga ada bedanya.
  • Kalau ada nikmat tidak bersyukur, kalau
  • banyak kecewa bilang ke sana kemari hidup tuh ngak Adil
  • Senang melakukan keburukan, ejek sana, hina disini.
  • Ngak malu pada umurnya, semakin bertambah usia harusnya lebih banyak belajar agama.  Tidak malu bahwa ibadahnya tidak berkualitas padahal bisa lebih jika berusaha
  • Tidak malu tidak pakai jilbab
  • Tidak punya rasa ingin lebih baik ibadahnya dari yang kemarin
  • Tidak malu sampai sebesar ini belum juga berbakti kepada Orang tua. Ngak malu dosa dah segudang tapi tidak tobat juga
  • Ngak malu terus-terusan minta bahagia, sukses tapi lupa dengan orang miskin, anak yatim.

 

Loh Kok Bisa Begitu…?

Perhatikan, kata HAYA (yang berarti malu) diambil dari kata HAYAH (kehidupan) jadi seakan-akan rasa malu itu akan membuat kalbu seseorang itu hidup, membuat kalbu seseorang itu terus mencari jati diri. Maka pantas sekali jika rasa malu itu bagian dari Iman,  sebagaimana kekasih kita Rasulullah Saw menegaskan:

“Malu itu bagian dari Iman, dan Iman tempatnya di surga. Sementara keburukan bagian dari hati yang sesat. Dan hati yang sesat tempatnya di neraka.” (HR. Tirmizi)

 

Ini Dia Nasihat Dari Seorang Celeb Surgawi

Ibrahim bin Adham, seorang soleh, seleb surgawi yang pantas kita dengar nasehatnya ketika ditanya tentang orang yang suka maksiat:

  • Jika kau mau maksiat, jangan maksiat di Bumi Allah.
  • Jika kau mau maksiat, jangan makan rezeki Allah.
  • Jika kau mau maksiat, jangan sampai terlihat oleh Allah.
  • Jika datang malaikat maut menjemput, bilang saja tunggu dulu aku mau tobat dulu.

  Ust. Ackman Lc


 

 

 Ketika Hatimu Resah

 

Ketika hati risau, sedih, banyak masalah, bacalah sebanyak-banyak nya di setiap waktu:

 Yaa Hayyu Ya Qoyyum Birahmtika Astaghiitsu

“Ya Allah, Yang Maha Hidup lagi Maha kekal, dengan rahmat Mu aku mohon pertolongan.” (HR. Tirmidzi)

Jangan susah, jangan bibir sulit berzikir, baik ketika senang ataupun susah, karena Allah senang mendengar semua doa.

Bila Rezeki Terasa Sulit

Bila merasa rezeki terasa sulit, ataupun ada fitnah dari orang lain, ada yang hendak berbuat zolim banyaklah membaca:

Hasbunalloh wa ni’mal wakiil“Cukuplah Allah untuk (menolong) kami dan Dia sebaik-baik pengurus (yang terserah kepadaNya segala urusan kami.” (QS, Ali-Imran: 173)

Ketika Hati Cemas, Gundah, Takut...

Ambilah air wudhu, kemudian sholat sunnah Syukril wudhu, kemudian bacalah Surat Yasin, Surat Al-Waqi'ah dan Surat Ar-Rohman. Kalau Anda mau lebih nikmat lagi, bangunlah waktu subuh dan tahajudlah. Dan perbanyak Istighfar karena waktu itu membuat hati tenang, nikmat dan bahagia.

"Dan pada waktu sahur mereka ber Istighfar (minta ampunan)." (QS. Adz-Dyariyat: 18)

 Ust. Ackman Lc


 

 

Etika Berdoa Agar Doa Mustajab

 

1. Memuji Allah terlebih dahulu

Dengan  membaca tahmid, takbir, tasbih, membaca asmaul husna atai doa apa saja yang isinya memuji kebesaran dan kemulian Allah. Disunahkan pula membaca Shalawat sebelum berdoa:

“Setiap do'a akan terhalangi sampai orang tersebut membaca shalawat kepada Nabi.” (HR. Thabarani. Al-Albani menghasankan)

 

2. Taubat terlebih dahulu

Akui semua kesalahan yang pernah kita lakukan, Anjuran ini berdasarkan cerita dalam Al-Qur’an tentang Nabi Yunus as:

"Bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berbuat zalim.” (QS. Al-Anbiya: 90) 

 

3. Rendahkan diri ketika berdoa

Padukan hati, akal dan sikap ketika berdoa sambil penuh khusuk, Kerendahan diri bisa kita gambarkan ketika kita memelas meminta sesuatu dengan sangat, hatipun  menjerit agar dikabulkan.  Allah Swt berfirman:

Dan mereka berdo'a kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu' kepada Kami.” (QS. Al-Anbiya: 90)

 

4. Hadirkan hati ketika berdoa

Ketika mulut berdoa, ikutkan hati sambil menyimak apa yang diutarakan mulut. Jangan sampai mulut dan hati tidak singkron. Hati terus dipaksa untuk menjerit dan memelas. Nabi Saw bersabda:

“Berdo'alah kepada Allah dan kalian yakin akan dikabulkan. Ketahuilah!, sesungguhnya Allah tidak akan menerima satu do'a dari hati yang lalai lagi lengah.” (Hadist Sahih)

 

5. Jelas dan Tegas Ketika Berdo'a

Jangan berdoa dengan main-main seperti anjuran Nabi Saw:

Janganlah seseorang mengatakan dalam do'anya: Ya Allah ampunilah aku jika Engkau menghendaki, Ya Allah berikanlah rahmat kepadaku jika Engkau menghendaki, hendaklah dia teguh dalam berdo'a sebab perbuatan tersebut tidak dibenci.: (HR. Abu Daud, Hadist Sahih)

 

6. Berdo'alah di Setiap Kondisi

Banyaklah berdoa ketika dalam keadaan nyaman dan bahagia:

“Barangsiapa yang senang dikabulkan permohonannya pada saat kritis dan bahaya maka hendaklah dia memperbanyak do'a saat nyaman.”

 

7. Berdoalah Dengan Suara Lembut

Dan cukup di dengarkan sendiri bila berdoa sendiri.

Berdo'alah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut.” (QS. Al’Araf: 55)

 

8. Mengulangi Do'a Tiga Kali

Sebab Nabi Saw mengulangi do'anya tiga kali.(HR. Muslim).

 

9. Menghadap Kiblat

Seperti diriwayatkan oleh Bukhari bahwa Rasulullah menghadap kiblat ketika berdoa (HR. Bukhari).

 

10. Mencari Waktu Mustajab Ketika Berdoa

Misalnya ketika sujud dalam sholat, di antara adzan dan iqamah, saat-saat terakhir pada hari jum'at, ketika sahur dsb.

 

11. Mengangkat Tangan Ketika Berdo'a 

Rasulullah Saw bersabda: “Sesungguhnya Tuhanmu-Yang Maha Suci dan Maha Tinggi bersifat malu dan mulia. Dia malu jika hambaNya mengangkat tangan saat berdo'a lalu menolaknya dengan tangan hampa dan kecewa". (HR. Abu Daud, Al Albani mengatakan sanad nya Hasan).

 

12. Berbakti Kepada Orang Tua

Bakti kepada orang tua merupakan salah satu sebab dikabulkannya do'a, sebagaimana diceritakan dalam kisah Uwais Al-Qorni bahwa dia seorang yang berbakti kepada kedua orang tuanya. (HR. Muslim) Juga kisah Ashabul Kahfi yang tertahan dalam sebuah gua yang lubangnya tersumbat oleh sebuah batu besar. (HR. Bukhari).

 

13. Memperbanyak Ibadah Sunnah

Setelah mengerjakan shalat wajib adalah salah satu sebab dikabulkannya do'a. (HR. Bukhari).

 

14. Memperbanyak Amal Soleh

Sebelum berdo'a atau sesudah berdoa, seperti sedekah, membantu kesulitan orang lain dsb.

 

15. Berwudhu Sebelum Berdo'a

Sebagaimana dijelaskan di dalam hadits bahwa Nabi Saw setelah selesai perang Hunain: ”Beliau minta air lalu berwudhu, kemudian mengangkat kedua tangannya; dan aku melihat putih kulit ketiak beliau.” (HR. Bukhari Muslim).

 

16. Berdoa Dengan Maksud Baik

Seseorang yang berdo'a harus baik dan bermanfaat seperti, disebutkan di dalam kisah Nabi Musa as: “Berkata Musa: "Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku". Dan mudahkanlah untukku urusanku, supaya mereka mengerti perkataanku.” (QS. Tha ha: 25).

 

17. Ceritakan Keluhan dan Kebutuhan Ketika Berdoa

Keluhan dan banyak butuh ini yang diceritakan Qur’an tentang doa para Nabi. Diantaranya keluhan Nabi Ya’qub: “Ya'qub menjawab: Sesungguhnya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihan dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tidak mengetahuinya.” (QS. Yusuf: 86).

Begitu pula keluhan Nabi Ayyub: “Dan ingatlah kissah Ayyub, ketika dia meyeru Tuhannya: "(Ya Tuhanku), sesungguhya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua yang Penyayang.” (QS. Al-Anbiya: 83) 

 

18. Berdo'alah Untuk Diri Sendiri Dahulu 

“Ya Tuhan kami ampunilah kami dan saudara-saudara seiman yang telah mendahului kami.” (QS. Al:-Hasyr: 5)

Rasulullah Saw sendiri jika menyebut nama seseorang untuk didoakan, beliau memulainya untuk diri beliau sendiri (Hadist Sahih).

 

19. Berdo'alah Untuk Yang Lain

Seperti berdoa untuk orang tua, keluarga, teman, tetangga dan saudara seiman. Seperti firman Allah Swt: “Dan mintalah ampunan bagi dosamu dan bagi dosa orang-orang mu'min, laki-laki dan perempuan." (QS. Muhammad: 19) 

Rasulullah Saw bersabda: “Barangsiapa yang memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan maka Allah akan menulis baginya dengan setiap orang yang beriman tersebut kebaikan.” (Hadist Hasan)

 

20. Jangan Bersajak, Pergunakan Kalimat Jelas

Ibnu Abbas pernah berkata kepada Ikrimah: “Lihatlah sajak dari do`amu, lalu hindarilah ia, karena sesungguhnya aku memperhatikan Rasulullah Saw dan para shahabatnya tidak melakukan hal tersebut.” (HR. Bukhari)

 

21. Panggilah nama-nama Allah yang sesuai dengan kondisi si pendoa.  Misalnya: “ Ya Allah Yang Maha Pengasih kasihilah aku.”

 

22. Ucapkan aamiin bagi orang mendengarnya. 

23. Memohon Hanya Kepada Allah

Baik masalah yang kecil sekalipun ataupun masalah yang berat dan besar:

Mintalah kepada Allah segala sesuatu sampai megadakan tali sendal sesungguhnya Allah Swt sendainya tidak memudahkan suatu urusan niscaya dia tidak akan menjadi mudah.

Ust. Ackman Lc


 

 

 

Jadilah Pembawa Rahmat

Setiap ma`ruf (kebaikan) adalah shadaqah, dan orang yang menunjukkan jalan kepada kebaikan (akan mendapat pahala) seperti pelakunya. (HR. Bukhari Muslim)

Barangsiapa menyeru kepada hidayah (petunjuk) maka ia mendapatkan pahala sebagaimana pahala orang yang mengerjakannya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Dan barangsiapa menyeru kepada kesesatan maka ia mendapatkan dosa sebagaimana dosa yang mengerjakannya tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun.  (HR Muslim)

 

Jadikan Diri Kita Agen Pembawa Rahmat & Kebaikan

Ayolah kita jadikan diri kita sebagai agen pembawa rahmat dan berkah kepada yang lain sekecil apapun kebaikan dan ketaatan itu. Karena meraih pahala, kebaikan dan taat itu ada di setiap penjuru, ada di setiap sudut dan ada di mana-mana meskipun hanya di FB.

Memberi kebaikan di FB dengan niat ibadah, dan Ikhlas Insya Allah menuai pahala besar sekali dan Insya Allah pahala itu terus mengalir selama yang diberi terus mengerjakan ketaatan.

 

 

Sebaliknya..

Tapi jangan lupa ada peringatan keras dari Nabi Saw di hadist ke-2 di atas, bahwa orang yang mencontohkan, atau memberi keburukan,pasti dosa-dosa yang mengikutinya akan ditanggung oleh pribadinya sendiri.

Meskipun hanya di FB, meski kebaikan ada di mana-mana, keburukan dan dosa pun ada di mana-mana.

Ada yang memberi komen buruk, bahkan menyinggung perasaan orang lain, kemudian di contoh oleh yang lainnya dengan komen buruk pula... Apa dikira Allah tidak tahu??? apa dikira Allah tidur???

Ayo tebar kebaikan, beri contoh ketaatan, Insya Allah akan dekat dengan rahmat Allah...

Kalau sudah dekat dengan rahmat Allah... Apa yang tidak mungkin baginya???

 Ust. Ackmanz Lc


 

 

 

Obat Nelangsa

Bersabarlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan ataupun berat.” (QS. At-Taubah: 41)

 

Hidup Ini Derita, Kata Orang Sedih

Hidup ini tentulah banyak menyisakan pada kita kesedihan, putus asa, takut akan masa datang dan segudang kepedihan lainnya. Sering kali kita mengeluh, dan bahkan sampai berangapan bahwa kitalah orang yang paling sedih. Atau bahkan tak jarang keluar kata-kata: “Kenapa aku ditimpa masalah ini!!!..atau kapan berakhirnya masalah ini!!…Aduh malangnya nasibku!!! dan sebagainya.

 

Ayo Gembirakan Saja Hati Ini

Ayo gembirakan hati kita, bahwa ternyata dibalik nelangsa nya hati ini, masih banyak keberkahan hidup yang luput kita syukuri atau bahkan kita tidak ingat bahwa masih banyak nikmat yang sedang dirasakan dibanding masalah yang dihadapi. Ketika datang rasa cemas akan rezeki misalnya, kita masih bisa makan dengan nikmat meskipun dengan ikan asin sekalipun, dibanding saudara kita yang tergeletak di ruang UGD terkena stroke yang tidak bisa menikmati ikan asin itu. Ketika datang prahara rumah tangga, kita masih bisa menikmati celotehan anak-anak kita. Padahal masih banyak pasangan yang sudah menahun mengharapkan keturunan dan masih banyak lagi.

 

Gimana Seharusnya???

Jadi sebenarnya semua masalah yang datang, adalah bagaimana kita menyikapinya. Yang paling bagus dan tepat anggaplah semua problem hidup itu berasal dari kita juga, karena ulah kita juga. Kalau prahara hidup itu muncul lekaslah bertaubat, memperbaiki diri dan jangan lupa banyak bersyukur baik dengan lisan maupun tindakan. Insya Allah…semuanya akan hilang perlahan.

Kesimpulan

Apapun bentuknya yang kita hadapi pastilah bukan omong kosong tanpa hikmah. Allah pasti membuat sesuatu yang berharga dibalik itu seperti yang tersurat dalam firmanNya: Ya Tuhanku tidaklah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau.” (QS. Ali ‘Imran: 191)

  • Banyaklah bersyukur disetiap kesempatan dan ingatlah Allah di masa bahagia, niscaya Allah akan mengingat atau menolong kita dimasa sulit seperti yang tercantum dalam salah satu hadist sahih.

 Ust. Ackmanz Lc


 

 

 Amal Soleh Yang Maqbul

 

 

 

1. Harus Ikhlas

Ikhlash yaitu: Hanya untuk Allah Swt semata ketika melakukan ibadah atau ketaatan lainnya. Gampangnya ikhlas itu begini seperti halnya ketika seseorang itu kencing misalnya, ia tidak lagi memikirkan bahkan tidak memperdulikan kemana air kencingnya itu mengalir. Artinya semua ketaatan yang ia persembahkan kepada Allah Swt, ia tidak pernah menyebutnya di depan orang lain, bahkan ia menyembunyikannya. Atau ia sama sekali tidak pernah mengisyaratkan di hadapan orang lain bahwa ia telah, sedang atau akan melakukan suatu ketaatan.

Ikhlas dalam hati sedangkan raga mengikuti Sunnah Nabi merupakan dua kekuatan yang dapat menjadikan amal soleh diterima di sisi Allah Swt.

Allah Swt berfirman:

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan penuh keikhlasan memurnikan ketaatan kepada-Nya …” (QS. Al-Bayyinah: 5)

“Kecuali hamba-hamba-Mu yang Mukhlish (Ikhlas) di antara mereka.“ (QS. Shaad: 83)

 Fudhail Ibn Iyadh pernah berkata: “Seseorang yang berbuat amal soleh dan ikhlas namun ibadahnya salah, maka ibadahnya tidak diterima. Jika ibadahnya benar namun tidak ikhlas juga, maka ibadahnya pun ditolak.”

Bagaimana Agar Bisa Ikhlas

Ikhlas ini adanya dalam hati, ia tidak tampak dan keikhlasan itu dapat dicapai dengan beberapa cara antara lain:

 

  • Belajar Ilmu Islam

Artinya ketika seseorang banyak belajar agama ia akan tahu apa yang terkandung dalam Al-Qur’an dan Hadist-hadist Nabi. Diantaranya akan mengetahui bagaimana ruginya jika tidak ikhlas ketika berbuat amal soleh. Pahalanya menguap, raganya capek namun tidak berbuah apa-apa.

 

  • Banyak Berlatih (Riyadhoh)

Perolehan ikhlas itu bisa diraih dengan banyak latihan sacara kontinu.Seseorang yang jarang bersedekah dimungkinkan ia tidak ikhlas karena jarang ia lakukan. Namun ketika ia sering bersedekah sekali dalam seminggu misalnya, ia mungkin sekali bisa ikhlas namtinya ketika ia membiasakan diri dengan perbuatan itu. Contohnya seseorang yang terbiasa shalat sejak kecil, maka ketika beranjak dewasa atau berusia lanjut, ia dipastikan sudah ikhlash dalam shalatnya karena sudah terbiasa melakukannya.

Namun tidak mengapa ada perasaan ingin dipuji ketika pertama kali melakukan ketaatan, karena Ikhlas tidak mungkin diperoleh dengan isntan ketika itu juga. Dan jangan pula menjadi halangan untuk tidak melakukan ketaatan karena takut riya (ingin dipuji orang). Yang penting teruskan perbuatan itu secara berkala dan sambil berlatih untuk Ikhlash. Salah satu cara agar Ikhlash itu berusaha tidak membicarakan perbuatan kita di depan orang lain, atau tidak mengisyaratkan bahwa kita sedang, atau akan melakukan ketaatan.

 

  • Banyak Mengingat Mati

Orang yang sadar bahwa ia akan mati, pastilah ia akan berusaha banyak melakukan ketaatan. Dan ia pasti sadar bahwa amalannya itu hanya untuk Allah semata karena ia tahu bahwa amal tanpa ikhlas tidak akan berarti apa-apa.

 

Apa Kata Mereka Tentang ikhlas??

Ya’qub pernah mengatakan: “Orang yang ikhlas itu adalah yang bisa menyembunyikan semua kebaikannya seperti halnya ia menyembumyikan keburukannya.”

Artinya kita mungkin malu menyebutkan keburukan atau dosa yang pernah kita lakukan di hadapan orang lain. Dan rahasia pribadi ini akan kita pegang erat sampai kapanpun juga, Nah begitu pula dengan ketaatan, perasaan itu pula yang seharusnya kita pegang rapat.

Ayub Mengatakan: “Mengikhlaskan diri dalam satu perbuatan bagi seseorang itu lebih sulit dari pada mengerjakan pekerjaan itu.”

Artinya ikhlas itu ringan dan tidak terasa berat disbanding perbuatan raga yang diperbuatnya. Ternyata yang ringan dan mudah itulah penentu diterima atau tidaknya pekerjaan berat itu.

Ayo kita berlatih, berlatih dan terus berlatih melakukan kebaikan setiap detik, menit dan lakukan dalam kesehariaan kita, Agar kita menjadi Mukhlis, orang yang Ikhlas. Kalau sudah Ikhlas ketaatan sekecil apapun akan berbuah lebat kelak.

Ayo, ini untuk kita, anggaplah semua orang lebih baik dari kita, dan ini sebagai latihan bagi jiwa, jangan mengkritik orang sebagus apapaun ibadah kita. Yakinlah tangan dan mulut kita akan ada balasannya.

Ust. Ackman Lc


 

Pahala Sedeqah Terbaik

 

 

Nabi Saw ditanya tentang yang paling besar pahalanya: Yaitu kau bersedekah dlm keadaan sehat & kau sendiri kikir merasa enggan mengeluarkannya, karena takut miskin dan kau mau kaya (dengan uang itu). Jangan tunda (sedekah itu) krn jika nyawamu sampai di kerongkongan baru mengatakan: ini untuk si anu,ini untuk si anu. Sedangkan yang dimaksud (orang yang akan diberi) telah memiliki apa yang akan kau berikan. (HR. Bukhari Muslim))

Kesimpulan

  • Jangan tunda sedekah meski dalam keadaan kepepet sekalipun.
  • Jangan kikir, karena ketika ajal menjemput hilang semuanya kecuali amal soleh yang pernah dikerjakan

Ust. Ackman Lc


 

 

 

Pembuka Rezeki; Istighfar

 

Salah satau amalan untuk membuka rezeki adalah Istighfar seperti yang disebutkan dalam Al-Qur"an:

 

Aku (Nabi Nuh) berkata (pada mereka), “Beristighfarlah kepada Rabb kalian, sungguh Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan kepada kalian hujan yang lebat dari langit. Dan Dia akan memperbanyak harta serta anak-anakmu, juga mengadakan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu.” (QS. Nuh: 10-12)

 

Ayat di atas menjelaskan dengan gamblang bahwa di antara buah istighfar: turunnya hujan, lancarnya rizki, banyaknya keturunan, suburnya kebun serta mengalirnya sungai.

Dalam Tafsir al-Qurthubi, diceritakan suatu hari ada orang yang mengadu kepada Hasan al-Bashri tentang lamanya paceklik, beliau berkata, “Beristighfarlah kepada Allah,” Kemudian datang lagi orang yang mengadu tentang kemiskinan, beliaupun memberi solusi, “Istighfarlah” Terakhir ada yang meminta agar didoakan punya anak, Hasan menjawabi, Isighfarlah.”

Rabi’ bin Shabih yang kebetulan hadir di situ bertanya, “Kenapa kau menyuruh mereka semua untuk beristighfar?.” Hasan al-Bashri menjawab, “Aku tidak mengatakan hal itu dari diriku sendiri. Namun sungguh Allah telah berfirman dalam surat Nuh: “Aku (Nabi Nuh) berkata (pada mereka), “Beristighfarlah kepada Rabb kalian, sungguh Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan kepada kalian hujan yang lebat dari langit. Dan Dia akan memperbanyak harta serta anak-anakmu, juga mengadakan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu.”

 

Dalam hadist-hadist banyak disebutkan keutamaan istighfar antara lain:

“Barang siapa memperbanyak istighfar; niscaya Allah memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya dan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka”  (HR. Ahmad disahihkan oleh Imam Hakim dan Ahmad Syakir).

 

Jadi perbanyaklah istighfar, serta tunggulah buahnya… Jika buahnya belum terlihat juga, perbanyaklah terus istighfar dan jangan pernah berputus asa!

 

Apa Bacaan Istighfar ?

Tentunya istighfar yang pernah diajarkan Rasulullah Saw dan bukan Istighfar yang tidak pernah beliau ajarkan. Banyak sekali versi Istighfar yang pernah diajarkan Rasulullah Saw, namun yang paling banyak dibaca adalah

 

Versi pendek Istighfar adalah membaca:

 

Astaghfirullâh. (HR. Muslim)

 

Versi panjangnya:

 

Astaghfirullôhal ‘azhîm alladzî lâ ilâha illâ huwal hayyul qoyyûm wa atûbu ilaih. (HR. Tirmidzi dan disahihkan oleh al-Albani)

 

Sedangkan Istighfar yang utama adalah bacaan ini:

 

“Allôhumma anta robbî lâ ilâha illa anta kholaqtanî wa anâ ‘abduka wa anâ ‘alâ ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu. A’ûdzubika min syarri mâ shona’tu, abû’u laka bini’matika ‘alayya, wa abû’u bi dzanbî, faghfirlî fa innahu lâ yaghfirudz dzunûba illa anta.” (HR. Bukhari)

 

Kapan Membaca Istighfar

Sangat dianjurkan istighfar di setiap saat dalam setiap kesempatan, kapan dan di mana saja. Namun adalam Al-Qur’an disebutkan bahwa waktu sahur  adalah waktu utama

 

…dan yang memohon ampun (istighfar) di waktu sahur.” (QS. Ali Imron: 17)

 

Sangat dianjurkan dibaca setelah shalat tahajjud dan waktu lainnya yang dianjurkan pula adalah:

- Sesudah shalat Fardhu

- Setelah shalat subuh

- Setelah shalat maghrib

 

Berapa Kali Dibaca ?

Adalah Nabi Saw yang membaca paling sedikit 70 x sehari semalam, namun tentunya kita yang banyak berlumur dosa tidak cukup hanya dengan membaca segitu. Jadi bacalah sebanyak mungkin dari ratusan bahkan ribuan

 


 

 

BACAAN WAJIB BAGI CALON UMROH (Sayangi Uang Anda)

 

Ini bukan tentang mana travel yang bagus, karena bagusnya travel haji umrah itu harus amanah dan profesional. Tapi bukan berarti harus murah dengan fasilitas yang serba hebat. logisnya travel yang bagus akan sebanding dengan harga paketnya. Jadi dari pada pulang umrah marah-marah karena tidak puas yang berakibat hangusnya pahala ibadahnya atau marah karena di tipu mentah-mentah, lebih baik baca dulu catatan ini.

 

PAKET NYA MAHAL ?

Harga paket umrah ditentukan oleh Kurs Dollar yang berlaku, karena pembayaran tiket, visa, hotel, transport, makan handling airport Saudi, muthowif, air zam-zam dsb pastilah menggunakan US dollar. Penggunaan Rupiah hanya untuk airport tax di Bandara Indonesia dan biaya peralatan ibadah saja. Jika pun menggunakan riyal Saudi pasti harus dikurskan dengan US Dollar. Dan harga paket ditentukan pula oleh jarak hotel dengan masjid atau penerbangan yang digunakan.Prinsip logisnya, semakin melambungnya kurs US dollar terhadap rupiah (termasuk real Saudi), maka harga paket rupiah akan melambung tinggi juga. Atau semakin dekat jarak hotel dengan masjid semakin mahal pula paketnya.

Contoh Kasus: Ada beberapa jamaah pemula bingung dengan berbagai macam harga paket umrah, contoh ada yang menjual harga paket 17 jutaan dan ada yang menjual harga paket 23 jutaan. Dengan cepat mengatakan harga paket 23 jutaan mahal sekali. Kurs US dollar misalnya per Agustus '14 adalah Rp 11.700 an atau Rp 12.000 Jadi total harga paket yang 23 jutaan menjadi US 1.900 an. sedangkan harga paket yang 17 jutaan menjadi kira-kira US 1.400 an. Harga tiket pesawat termurah seharga 1.100 US (kalau masih ada), visa umrah paling mahal 80 an US dollar. Jadi harga US yang 1.450 dikurangi harga itu menjadi 270 US. Sedangkan perjalanan umrah harus membayar semua pembayaran. Jadi apakah harga itu logis? Bisa jadi Anda akan ditempatkan di hotel berjarak 2 km, dengan fasilitas yg sangat minim. Atau bahkan Anda di tipu mentah-mentah (banyak kasus dilaporkan kepada Kami: AMANI TOUR) Tapi semua tergantung Anda. Atau ada yang pernah Umrah 2 tahun yang lalu dengan harga 17 jutaan dengan kurs dollat 8000 an saat itu, dan harga itu logis karena kurs dollar 2 tahun lalu berkisar USD 8000 an jadi harga paket itu masih USD 2000 an. Sekarang sudah tidak mungkin dengan harga 17 jutaan itu karena KURS DOLLAR yang semakin tinggi dan berimbas pada kurs Riyal yang berlaku.

 

PASTIKAN MANASIKNYA SESUAI SUNNAH NABI

Ibadah Haji Umrah adalah ibadah Mahdoh (langsung kepada Allah Swt) dan bagian dari rukun Islam. Pengetahuan Manasik yang baik dan benar sesuai ajaran Rasulullah Saw sangat berpengaruh dari haji perjalanan ibadah Anda. Bisa jadi ibadah itu sah menurut kajian fikih, namun sayang sekali jika tidak afdhol atau tidak memperoleh hasil maksimal. Pastikan bahwa pengetahuan manasik dari senuah travel diajarkan dengan baik, dan bukan hanya sekedar menunjukan cara towaf sai saja. Kalau hanya sekedar mau umrah dengan paket murah (bukan standar travel berizin) maka resiko apapun haruslah di tanggung artinya kalau pulang tidak perlu marah, komplen, sewot sana sini.

 

PASTIKAN MEMILIKI IZIN DEPAG

Travel yang memiliki izin resmi dari Depag ada sekitar 150-an. Sedangkan travel yang tidak memiliki izin bisa mencapai ribuan Tentunya ada kewajiban moral memberangkatkan jamaah dengan amanah dan professional. Logisnya begini semua travel yang memiliki izin harus menyimpan deposit sebesar Rp 100.000.000 dan hanya bisa dicairkan oleh dirjen Depag. Dana tersebut digunakan jika terjadi sesuatu pada jamaah travel itu. Sedangkan yang tidak memiliki izin tentunya tidak memiliki kewajiban apa-apa karena tidak ada yang dipertaruhkan. Hal lainnya, bahwa travel yang memiliki izin harus melampirkan data-data jamaah lengkap dengan akomodasi yang akan dipergunakan. Jika tidak sesuai akan ditegur oleh Depag sampai pencabutan Izin. Jadi Anda sudah tahu perbedaan Travel yang berizin dengan yang tidak. Jadi Travel yang memiliki izin akan menawarkan harga paket yang sangat logis dan tidak menjual di bawah harga standar, atau hanya MENIPU saja. Hanya untuk mendapatkan uang dengan gampang.

PASTIKAN JARAK HOTEL DENGAN MASJID

Tanyalah jarak hotel dengan Masjid, dan tentunya Anda harus banyak mencari tahu tentang hotel yang digunakan. Tentunya tidak cukup mendengar…ahh deket kok..jarak hotel dengan masjid akan berpengaruh pada kenyamanan ibadah Anda. Khususnya bagi yang telah sepuh. Anda tentunya tidak mau dibohongi dengan berbagai aneka bujukan hotel bintang 5. hotelnya dekat dsb, jika harga paket itu tidak logis. Bisa jadi akhirnya Anda mendapatkan hotel yang sangat jauh dengan alasan hotel yang dijanjikan sudah penuh.

 

YANG SERING DIJADIKAN OBJEK PENIPUAN UMROH

- Harga murah yang tidak masuk akal seperti yang telah dijelaskan di atas

- Iming-iming Investasi masa depan. Padahal ibadah umroh adalah ibadah tidak perlui di investasikan lagi

- MULTI LEVEL MARKETING

- Iming-iming HARGA MURAH berangkat tahun depan. Mana mungkin tahu harga untuk tahun depan ?

- Ada system GALI LUBANG TUTUP LOBANG dengan harga murah dengan fasilitas bintang 5. Untuk keberangkatan pertama memang benar, tapi untuk pendaftar berikutnya yang percaya khirnya tidak berangkat ( banyak fakta yang terjadi yang dilaporkan pada kami; AMANI TOUR)

SOLUSI

Siapkan dana yang memang sepantasnya, karena harga paket umroh pasti rasional sekali. Jangan sampai dana belum siap tertarik dengan paket murah yang tidak masuk akal. Ingatlah Haji Umrah bagi yang sudah mampu seperti perintah Al-Qur;’an.

449534
Amani Tour

Copyright © 2013. All Rights Reserved.