Get Adobe Flash player

 

Tanya: Bolehkan Haji atau Umrah Dengan Dana Talangan (kredit) ?

 

Jawab: Dalam produk dana talangan haji ini ada dua akad yang digabung dalam sebuah produk. Kedua akad tersebut adalah akad qardh (pinjam meminjam) dalam bentuk pemberian talangan dana haji dari pihak bank kepada pendaftar haji. Akad yang kedua adalah ijarah (jual beli jasa) dalam bentuk ujrah (fee administrasi yang diberikan oleh pendaftar haji sebagai pihak terhutang kepada LKS atau bank sebagai pemberi pinjaman). Menggabungkan akad qardh dengan ijarah telah dilarang oleh Rasulullah Saw

“Tidak halal menggabungkan akan pinjaman dan akad jual beli.” (HR. Abu Daud dan dishahihkan oleh al-Albani )

Dan akad ijarah termasuk akad jual-beli yaitu jual-beli jasa, jadi produk dana talangan haji ini bertentangan dengan hadits Nabi Saw di atas karena dalam produk tersebut digabungkan dua akad tersebut. Alasan lainnya, akad ijarah ini bisa dimanfaatkan oleh pemberi pinjaman untuk mengambil laba dari pinjaman yang diberikan sehingga termasuk dalam larangan pinjaman yang mendatangkan manfaat (keuntungan).

Namun bila pintu pengambilan keuntungan ini dapat ditutup rapat maka bisa saja digunakan sebagaimana difatwakan oleh berbagai lembaga fikih Nasional dan Internasional. Sebagaimana yang dinyatakan dalam fatwa DSN yang membolehkan mengambil biaya administrasi yang nyata-nyata diperlukan dalam jumlah tetap dan bukan berdasarkan besarnya pinjaman.

Jawaban Lain

Dana Talangan Haji adalah upaya untuk membuat seseorang memiliki kemampuan untuk berhaji. Dan jelas sekali bahwa Dana Talangan Haji adalah masuk katagori berhutang. Dalam hal ini berlaku padanya hukum untuk meminta ijin kepada yang memberikan hutang jika ia mau berangkat haji. Faktanya justru pihak bank yang memberikan fasilitas, berarti ia telah mengijinkan.

Maka bisa saja menggunakan Dana Talangan Haji dengan beberapa ketentuan:

Jika sesorang secara financial memiliki kepastian untuk membayar talangan dimasa yang akan datang , misalnya karena gaji yang cukup, atau penghasilan lain yang stabil, dan sudah barang tentu masuk dalam perhitungan bank pemberi talangan, maka baginya dapat dikatagorikan sebagai mampu untuk berhaji

Tapi jika ia tidak memilki kepastian melunasinya dan tentu bank tidak akan memberikan talangan pada nasabah yang demikian itu, ia belum dikategorikan sebagai mampu berhaji dan tidak atau belum dianjurkan untuk malaksanakan haji.

 

Hukum

423385
Amani Tour

Copyright © 2013. All Rights Reserved.